LUPA DAN KENANGAN 遺忘與回憶

【2016年得獎作品】優選|遺忘與回憶 LUPA DAN KENANGAN 

Kha Alme / LUPA DAN KENANGAN / tidak ada / Eks Tenaga Kerja Asing Taiwan

LUPA DAN KENANGAN

Aku telah sepuluh tahun di sini. Menyaksikan bagaimana seorang perempuan tua menangis saat kehilangan pasangannya yang selama 75 tahun bersama. Lelaki itu meninggal karena serangan jantung mendadak. Kini perempuan itu seolah tak punya gairah untuk hidup. Ia pun seolah ditinggalkan oleh keempat anaknya yang kini sukses dalam kehidupan rumah tangga masing-masing. Sekarang, ia hanya hidup berdua dengan seorang perawat dari Indonesia.

Mari kuperkenalkan. Namanya Amelia. Nenek tua itu biasa memanggilnya dengan Amel. Seorang gadis berumur 25 tahun berperawakan tinggi 160 cm. Seperti yang lainnya, Amel memiliki tugas untuk merawat perempuan tua yang bermarga Wang itu. Aku baru mengenal Amel dua tahun yang lalu.

***

AKU

Ia bergegas memasukkan beberapa paket barang yang baru ia terima ke dalam rumah. Dari tarikan di bibirnya, aku bisa tahu, ada bahagia yang ia rasakan. Di sisi lain, aku melihat ada gurat kegelisahan mampir di wajah tirusnya. Dua bulan terakhir, aku melihatnya lebih sibuk dari biasanya.

Kegiatannya menerima, mengepak dan mengirimkan barang-barang itu hampir menyita seluruh waktunya. Aku sering melihatnya berpeluh lelah. Menarik napas dalam-dalam.

Aku yakin ia lupa sesuatu, bahwa hidup itu selayak perahu dengan dayungnya. Kita bisa sampai ke tujuan dengan dayung. Maka dayunglah sekuat dan secepat mungkin agar kita segera sampai pada tempat tujuan. Tapi di saat kita terkena badai, jangan sekali-kali menentangnya. Sementara diamlah, bertahanlah dan imbangi. Maka keselamatan akan kita dapat.

Aku sering mengingatkannya, bukan hanya saat dia terdiam dalam gelap dan merenung. Aku selalu membisikkan tepat di telinganya agar dia tak gegabah. Tak serakah. Tak seenaknya mengesampingkan kewajiban. Tapi ia seolah tak mendengar atau seolah menganggap kata-kataku seperti debu. Ia limbung pada kebahagiaan sesaat dan tak berhati-hati.

Aku tahu bagaimana perangai majikan yang membayar gajinya tiap bulan. Anak pertama nenek Wang yang hanya menjenguknya satu kali dalam sebulan. Hanya memberi jatah 10.000 Nts untuk keperluan makan nenek dan Amel dalam sebulan. Kekurangannya? Sudah bisa dipastikan, Amel harus merogoh beberapa lembar dari gjinya.

***

AMEL

Ada kepuasan yang memenuhi hati saat kulihat hasil print out buku tabunganku bertambah. Ya, tentu saja. Ini adalah hasil dari suatu kerja keras yang aku lakukan selama ini. Aku memang sibuk. Sangat sibuk. Hingga dalam waktu yang sangat sempitpun aku gunakan untuk hal-hal yang tentunya menguntungkanku. Sudah dua bulan ini aku menjalani bisnis online shop. Bisnis baru yang mulai merajai TKI dengan mudah. Bagai jamur di musim hujan, istilahnya.

Banyak perekrut atau bos-bos besar yang membooking semua. Dan yang jadi bawahan hanya tinggal memberikan laporan barang mana yang dipesan, jumlah dan alamat pemesan. Cukup simpel. Karena kita juga hanya bermodal internet agar bisa terhubung di media sosial untuk berjualan. Dan sudah pasti, sepersekian persen dari laba akan jadi milik kita dan akan ditransfer langsung ke rekening kita.

Tapi tidak dengan diriku. Aku menjalani bisnis ini sendiri, tanpa bos. Otomatis segala hal dari pengambilan gambar untuk pemasaran, pemberian harga, penerimaan barang dari toko sampai pengiriman ke konsumen, aku yang mengerjakan. Pasarnya sangat cocok karena banyak TKI yang tak bisa keluar untuk berbelanja. Dengan online shop, mereka hanya tinggal duduk manis, memanjakan mata dengan barang-barang bagus. Kemudian membelinya tanpa perlu beranjak dari tempatnya semula. Sangat praktis.

“Kau tahu, jika kau dihadapkan dalam waktu yang sama di situasi berbeda untuk mengumpulkan emas. Di satu waktu kamu fokus pada pengumpulan emas. Tapi di waktu lainnya kamu mengumpulkan emas dan tergoda mengumpul beberapa perak juga. Maka hasilnya, emas yang kamu dapat takkan sama? Emas akan selalu lebih berharga dari perak.”

Sebuah suara seolah terbawa angin. Masuk ke telingaku. Dan berhasil membuat mataku mencari sumber suara itu. Tak ada siapa-siapa. Yang kudapati hanya nenek Wang yang masih tertidur lelap dengan selimut tebal bunga pink.

Sudah dipastikan, musim dingin dengan dibarengi hujan seperti ini akan menambah panjang jam tidur seseorang. Karena setahuku, siklus tidur dan bangun manusia disebabkan oleh cahaya. Cahaya menahan produksi melatonin yang dilakukan oleh kelenjar pineal dalam otak. Ketika cahaya matahari perlahan menghilang, tertutup awan, kelenjar pineal memproduksi lebih banyak melatonin sehingga menyebabkan kita merasakan kantuk.

Seperti tak membantah perintah alam, rasa kantukku seolah diembuskan lagi. Aku tak lagi mencari asal suara yang tadi kudengar.

***

AKU

Aku melihatnya kembali dengan wajah murung. Ia membolak-balik sebuah buku yang ia corat-coret selama ini. Ada yang mengalir dari sudut matanya. Itukah air penyesalan? Ataukah air kehilangan?

Entah berapa kali aku mengingatkannya. Memberinya suatu arah pikiran. Tapi ia seolah memunggungi segala ucapanku. Aku tahu, segala hal takkan datang dengan sendirinya. Tapi patutkah kita mencuri sesuatu di luar sebuah tanggung jawab yang sedang kita jalani?

Nenek Wang masih terbaring di ranjangnya. Seperti biasa, ia takkan mampu beranjak dari sana kecuali Amel membantunya untuk berdiri dan berpindah ke ruangan lain. Keadaannya sekarang telah memaksanya untuk meninggalkan hobinya menonton sinetron Thai Yi di salah satu chanel televisi di malam hari.

Garis wajah Nenek Wang sangat halus, akan sangat dipercaya kalau semasa muda dulu ia adalah seorang perempuan cantik berwajah Japanese. Ia sangat penurut. Jika ia melihat Amel sedang lelah, ia takkan meminta banyak hal padanya. Hanya hasil dari pemeriksaan positif parkinsonlah yang membuatnya lebih tak bisa banyak bergerak. Dimana otak mengalami gangguan yang menyebabkan tidak dapat terkontrolnya gerak tubuh.

***

AMEL

Aku terduduk lemas. Sorot matahari seolah tepat di atas kepalaku. Keringat tak mengucur deras namun rasanya seluruh tenagaku tersedot karenanya. Di depanku, ada sebuah kardus berukuran 60cm x 60cm x 75cm yang berarti merupakan ukuran terbesar sebuah kardus pengiriman, telah penuh.

Sedang di samping kananku, masih ada tumpukan segunung berbagai macam barang. Tak terkecuali pakaian, tas dan sepatu. Inikah hasilnya? Di bualn-bulan akhir kontrakku, semua menjadi terbalik. Bisnisku memang masih lancar, tapi ada beberapa teman yang membatalkan begitu saja pesanannya setelah barang yang ia pesan telah sampai di tanganku. Yang berarti, aku telah membayarnya.

Tak semua konsumen, tapi ada satu pelanggan yang telah memesan begitu banyak. Tapi pada minggu-minggu terakhir, ia tak ada kabar lagi. Nomor telepon maupun sosial medianya tak aktif.

Beberapa teman yang berhutang pun seolah ditelan bumi. Bahkan teman yang tempat kerjanya tepat berada di depan apartemen nenek yang kujagapun seperti sirna. Ia sekarang benar-benar telah menjadi jarum yang bersembunyi di tumpukan jerami. Kehidupan mewah yang tak pada tempatnya, membuat ia memiliki besar pasak daripada tiang. Apalagi, ia adalah seorang single parent bagi satu putrinya yang beranjak masuk Sekolah Menengah Pertama.

Bagaimana bisa aku memberikannya pinjaman itu jika aku melihatnya selalu hidup mewah? Itu hanya karena ia menangis saat itu. Saat dimana tepat aku menerima gaji ke tiga puluhku. Ayahnya baru saja meninggal, sedangkan rumah yang sedang ia bangun terpaksa ia hentikan dulu pembangunannya dikarenakan pula uangnya dipakai untuk ibunya yang sedang sakit.

Janji hanya tinggal janji, waktu sebulan yang ia katakan tak berbuah balasan. Bahkan sampai aku memberi tenggang waktu sampai hari ini. Di hari terakhir aku menginjakkan kaki di Taiwan. Sedang temanku yang meminjam lainnya, hanya seperti menghisap tebu dan membuang ampasnya.

***

AKU

Sejenak aku menyerah. Aku biarkan ia menemukan jalannya sendiri.

***

AMEL

Seminggu saja di rumah setelah kepulanganku dari Taiwan, ada kerinduan yang menjelma. Tentu saja, setiap kita akan merindukan hal yang biasa kita lakukan dulu, jika sekarang telah tak ada. Seperti aku, pada kehadiran nenek Wang.

“Mba, nenek apa kabar?” tanyaku lewat pesan LINE pada perawat nenek yang baru, penggantiku.

“Alhamdulillah sehat. Semua baik saja.”

“Tak bawelkah nenek?” tanyaku menyelidik.

“Tidak. Kalau ia tak bisa tidur di malam hari, aku tidur di sampingnya sebentar. Mengelus rambutnya sampai dia merasa nyaman dan tertidur pulas. Baru aku kembali ke ranjang tidurku.” jelasnya.

Sebegitukah caranya untuk membuat nenek Wang terlelap? Pernahkah aku melakukan hal itu? Tidak. Sekalipun aku tidak pernah. Aku malah sibuk dengan gadgetku sambil tiduran. Hanya melirik sebentar ke ranjang nenek untuk memastikan ia tertidur atau belum. Jika belumpun, aku diamkan saja. Toh aku pikir, jika ia mengantuk, lama-lama akan tertidur juga.

“Kau tahu, Mel? Nenek sekarang kelihatan lebih gemuk. Majikan bilang, nenek terlihat lebih segar.”

Aku tak menjawab, hanya mengirimkan sticker “Alhamdulillah” dan “Yeay!” sebagai ucapan selamat.

Ya, aku lupa. Lupa bagaimana bertanggung jawab pada pekerjaan yang sesungguhnya. Lupa pada cara bagaimana memberi kehidupan pada setengah kematian yang gamang. Seperti pada jiwa nenek.

Aku jadi merasa gagal dalam segala hal. Gagal dalam menghargai waktu kebersamaan. Gagal pula dalam mengerti hal pertemanan. Tapi segalanya telah memberikanku pengalaman, sebuah pembelajaran yang akan aku ingat seumur hidupku.

Pilihlah segala sesuatu dalam hidupmu, karena takkan ada yang berubah jika kau tak mau merubahnya. Dan jangan menduakan waktu, jika kita tak mau dijadikan yang kedua dalam hal keberuntungan. Aku catat, tebal dan kusimpan dalam-dalam.

***

AKU

Entah apakah Amel mampu memahami kata-kataku atau tidak, bahwa kenangan juga akan memberi sebuah kebahagiaan. Bahwa kenangan pula akan membawa jiwa seseorang pada kedamaian. Itu yang aku bisikkan saat ia melangkah keluar dari kamar nenek Wang. Seperti aku, yang hanya sebuah potret kenangan berfigura kayu jati berwarna coklat, tak akan pernah melupakan sebuah kenangan. Karena kenangan adalah hal yang selalu lekat dalam ingatan. Sedangkan sebuah lupa takkan disebut sebagai kenangan.


Nama saya Umirah. Biasanya saya memakai nama pena Umirah Ramata. Namun untuk lomba Taiwan Literature Award for Migrants ini saya menggunakan nama Kha Alme. Sebuah nama yang saya ambil dari singkatan nama anak pertama saya, Khaliluna Alesha Mecca. Saya berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Saya pernah bekerja di Taiwan selama tiga kali kontrak, yang totalnya menjadi delapan tahun. Di kontrak terakhir, saya menjaga seorang nenek berusia 85 tahun.

Saya seorang ibu rumah tangga selain sebagai layouter freelance di sebuah penerbitan buku. Saya adalah chocolate lovers, apalagi dark chocolate, yang menurut sebagian orang terasa sedikit pahit. Sama seperti hobi saya membaca cerita-cerita yang sedikit berat. Membaca cerpen dan novel adalah hobi saya.

Motivasi saya menulis cerpen LUPA dan KENANGAN adalah penyadaran bagi diri saya sendiri dan semoga bisa menjadi penyadaran pula bagi teman-teman yang membaca. Ada sedikit pengalaman saya, yang saya  tuangkan dalam cerita pendek ini. Saya percaya, di sana masih ada beberapa teman yang melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh tokoh Amel dalam cerita ini. Semoga bermanfaat dan kita takkan pernah menjadi lupa dan membuat kenangan yang akan kita sesali karena waktu tak pernah berulang.

Perasaan saya terpilih menjadi Choice Award, tak bisa benar-benar saya ungkapkan. Semua terasa seperti mimpi. Senang, syukur, hati berbunga. Saya sangat bahagia. Semoga menjadi berkah bagi saya, kami sekeluarga, teman-teman dan bagi semuanya. Terima kasih untuk suami dan anak saya yang telah menjadi penyemangat. Terima kasih kepada para juri yang telah memilih saya.Terima kasih juga atas semua dukungan kalian.


 

【2016年得獎作品】優選|遺忘與回憶 LUPA DAN KENANGAN 

遺忘與回憶

作者:Kha Alme / 印尼 / 移工

我待在這裡十年期間,見證一位老太太失去陪伴七十五年的伴侶時,如何傷心欲絕老太太的先生死於突發心臟病。如今老太太似乎沒有獨自活下去的意願。她彷彿被擁有美滿家庭的四個孩子拋棄般的孤獨。現在的她,和從印尼來的看護兩人一起生活。讓我來介紹這位看護。她的名字是阿梅利亞,老奶奶她阿梅爾,是一個二十五歲的女孩,身高一百六十公分,跟其他看護的工作一樣,阿梅爾負責照顧這位姓王的老太太,我認識阿梅爾兩年時間

***

這天,我看著她將剛收到的包裹,匆匆帶進屋裡。她上揚的嘴角使我感受到她愉悅的心。另一方面,我也看得出來,她的臉上帶著一絲焦慮在台灣倒數兩個月時間,我看到她比平常來得更加忙碌平時收貨、包裝和寄出商品,占住她所有時間。我常常聽到她在喊累,時常深呼吸、放鬆心情我敢肯定,她一定忘了,人生前行宛如船和船槳相互配合想要前往目的地需要仰賴船槳,用力的划,才能盡快達目的地。但是,如果沿途遇到暴風雨,我們不要跟它做對,只需暫時停下手邊動作堅定意志並保持平衡平安渡過危機

我時常提醒她,不只當她身陷黑暗不知何去何從或是慢下步調思索下一步。我總是在她耳邊低聲細語,請她做事不要魯莽、不要貪心,不要忘了自己肩負的責任。但是她似乎沒有把我的話聽進去充耳不聞。她溺在短暫的歡樂中無法自拔。我很了解她的雇主是如何薪。王太太的大兒子,每個月只來探望一次。每回只給一萬塊當作奶奶和阿梅爾兩人一個月的生活費。那麼,不夠的部份該怎麼呢?可以確定的是,阿梅爾必須自己的薪水。

***

阿梅爾

當我看到存摺的數字慢慢增加,一股滿足感充塞胸臆。是的,這是我迄今辛苦努力下來的成果。我真的很忙,非常忙。就算在非常緊迫的時間內,我都花心思在對我有利的事情。我經營網路商店已經兩個月時間,我發現,這是一個可以輕輕鬆鬆稱霸印尼移工界的新興產業,我的事業就像梅雨季竄生的香菇般成功上游已經由很多招聘人員或大老闆一手包下。身為下線的我,只需要回報哪些商品已被顧客訂購,需要的數量和地址,就能完成我的工作過程非常簡單。我們只需要能上網查詢就能賣東西。和別人不一樣有些下線只能靠老闆分紅賺些盈餘,但是我不一樣,我自己經營生意,上頭沒有老闆。身為老闆,很自然的行銷拍攝,定價,從店面收貨到寄出給消費者,全部我一手包辦。線上消費非常適許多不能外出消費的移工。有了網路商店,她們只需要優雅坐在家裡欣賞美好的商品,不需要離開座位,就可以在線上買到商品,實在非常便利。

「妳知道嗎?當妳專心掏金同時被身旁的白銀誘惑分神,總是不利於工作的成果然而,黃金的價格永遠比白銀來得高。」這時候,有個聲音乘著風,我的耳裡,提醒著我專注的重要,我設法尋找聲音的來源,但是四下並無他人,只王奶奶依然在厚厚的粉紅色花朵毛毯裡睡覺顯然的,冬季的下雨天,會拉長一個人的睡眠時間。據我所知,人類的睡眠時間深受陽光影響。陽光會抑制腦袋的松果體分泌褪黑素。當太陽被雲層遮掩,松果體會分泌更多的褪黑素,使得我們容易感到困倦。身體不能違反自然定律,我再次感到疲憊,打了一個呵欠。不再剛剛聽到的聲音來源。

***

我又看到她臉上出現陰沉的表情,她不斷的翻覆一本時常塗鴉的筆記本。有東西從她的眼角流下,那是悔恨還是遺忘的淚水呢?我不記得提醒過她多少回,試著給她思考方向,但她似乎違背我所說的話。我了解事情在她身上發生一切緣由難道,我們非得偷一些,超出我們目前所賦予的責任所帶來的利益嗎?王太太依舊動也不動躺在床上。跟往常一樣,她的身體動彈不得,除非有阿梅爾的協助,才能偶爾站起來和走動。目前王太太的狀況,已迫使她放棄收看最喜歡的台語連續劇。王太太臉上的細紋很細緻,可想像,年輕時她,應該是一位擁有美麗日本臉孔的女性。她很聽話,當她看到阿梅爾累了,不會再要求她做多事。只是罹患帕金森氏症使她動彈不得,腦功能所產生的障礙,使她無法控制身體的動作。

***

阿梅爾

這天,不知所措的癱軟坐下。感到陽光無情的直射在我身上。雖然沒有揮汗如雨,但太陽好像吸走我身上全部能量。在我眼前,有一個60公分x60公分x75公分的紙箱,那是最大尺寸的寄貨紙箱,在我眼前盡是滿滿的貨。我的右邊有堆成山高的商品,包括衣服、包包、鞋子。這是不認真工作招來的後果嗎?在我的合約到期的最後幾個月,一切都跟過去顛倒了。我的網路生意還是一樣順利,但是有幾位朋友就這樣無故取消訂單。但是,商品已經在我的手上,這表示我已經向上游付完款項,但是我收不到代訂的錢不是每位顧客都這麼做,但其中有一位顧客訂特別多,事後沒消沒息無論手機社群帳號都連絡不上過去幾個欠我錢的朋友,也人間蒸發似的,無蹤無影。連住在王奶奶公寓對面的工作朋友,也消失得不見人影。她過著不符經濟狀況的豪華生活,使她入不敷出,尤其她還是單親家長,扶養一個即將上國中的女兒。我怎麼會將錢借給一位看起來過著豪華生活的人呢?那是因為當時她在哭,她的爸爸剛過世,生病的媽媽需要大筆金錢治病,使她正在蓋的房子被迫停止。承諾,一切只剩下空頭承諾,她承諾的一個月還款時間到期了,卻沒有任何回應,我甚至願意寬限她幾天。但是直到我踏在台灣土地的最後一天她還有其他向我借錢的朋友,還是沒有還我錢,我就像吸完的甘蔗渣,被人隨意吐棄。

***

我放棄了。我決定讓她自己找出路。

***

阿梅爾

從台灣回到家鄉一個禮拜,思念隱隱作祟。我想,我們每個人都會懷念過去,尤其當現在無法繼續從事的時候。像我一樣,開始思念王奶奶的存在。

「姐,奶奶好嗎?」我用Line詢問奶奶的新看護,那位取代我的人。
「感謝真主,她很健康,一切都好。」
「奶奶會不乖嗎?」我試探的問。
「不會啊,如果她晚上睡不著,我會躺在她身邊,撫摸她的頭髮,直到她舒服睡著,我才回到我的床上睡覺。」原來,這才是讓奶奶好好睡覺的方嗎?我試問自己,自己曾經這樣做過嗎?沒有,一次也沒有。我只是顧著自己的事,躺著玩電子用品。偶爾瞄一下奶奶的床,確認她睡著了沒,就算她還沒睡我也不管她,心裡只管想著,等她睏了,只要時間久了自然就會睡著。

「妳知道嗎,梅爾?奶奶現在看起來比較胖耶。」雇主說,奶奶看起來比較有精神。我沒有回應雇主,只是發送幾個貼圖「感謝上帝」和「耶!」作為祝福。

是的,我忘了怎麼盡責工作,忘了如何給予面臨半死的人安慰,猶如面對奶奶的生命。我覺得我在台灣做的每件事情都失敗了,未能珍惜跟奶奶在一起的時光,建立錯誤的人際關係。但這一切不是白費,反而給了我教訓,一個我一輩子都不會忘記的教訓。朋友,在你的生命中做出選擇吧,因為當你不做選擇,一切都不會改變,如果你不想去改變,也不要把寶貴的時間排在第二重要,應該以責任優先。我將一切反省抄下來,厚厚的,我會好好珍惜它。

***

不確定阿梅爾有沒有聽懂我的話。回憶,可以帶來幸福,回憶也可以帶給一個人精神上的平靜。這些,是她當初走出王奶奶房間時,我在耳邊對她說的悄悄話。雖然,只是一個被框在棕色柚木裡的肖像,但是身為一個不會被世人遺忘的永恆回憶,我明白,過往曾發生的故事,將如何被人永遠記住,成為回憶若選擇刻意遺忘過去,將永遠不會被稱為回憶。


我是Umirah,通常用的筆名是Umirah Ramata。但這次的移民工文學獎我用了Kha Alme為筆名,而這個名字的由來是我第一個孩子名字的簡寫。我來自西爪哇,井裡汶。我在台灣以待了三個簽約,總共是八年。最後一個前約我照顧著85歲的老奶奶。我是個家庭主婦,同時也是一家出版社的自由職業編排者。我是巧克力愛好者,尤其是黑巧克力,就算有人覺得有點苦。就像我喜愛讀有些沉重的故事。看小說以及短文是我的愛好。

我在寫「遺忘與回憶」背後的動機是自我反省,也是給看了這篇故事的每一位讀者的反省。有些自己的經驗我也放入這篇短文。我相信,在外面的朋友也會做Amel這角色做的事。希望讀者們都有收穫,也提醒我們永遠不可以忘記、記得製作回憶,讓自己因為時間不能倒轉而不後悔。

獲得優選獎的心情,我實在是無法形容。一切向夢一般。快樂,感恩,以及朵朵開花的心。我非常的快了。希望是對於我的祝福,我們一家,身邊的朋友還有大家。謝謝支持我的丈夫以及孩子。謝謝選了我作品的評審。也謝謝大家對我的支持。


Comment  The storytelling techniques is good. This story has the potential to be a powerful literary work. 說故事的技巧很好,這個故事有潛力成為強而有力的文學作品。

Comment  Bahasa Indonesia bagus. Tema menarik. Cara penceritaan yang cukup eksperimen.  很好的印尼語,有趣的主題。故事講述模式相當具有實驗性質。

 

發表迴響

你的電子郵件位址並不會被公開。 必要欄位標記為 *