i pursue my love to Taipei

R wardie s / i pursue my love to Taipei / tidak ada / tenaga kerja asing 

Judul Cerpen : “ I PURSUE MY LOVE TO TAIPEI“(KU KEJAR CINTAKU KE TAIPEI)
Oleh : R Wardie S
Panggil saja aku “Mandala”,aku salah satu putra daerah Serang ,Banten ,Indonesia asli ,dari sinilah di mulainya cerita tentang kisah cintaku,bulan mei 2015.Ketika itu aku baru pulang dari merantau ke jakarta ,setelah satu hari aku ada di kampung halaman aku main kerumah temen karibku” Asep “,ceritanya mau aku ajak main kerumah tunanganku “Zahra”namanya ,dia tinggal di kampung sebelah tidak jauh dari tempatku tinggal,Zahra denganku sudah sekitar satu tahun hilang komunikasi denganku di karenakan pihak perusahaan tempat aku kerja mengirim aku untuk kerja di daerah Sulawesi tepatnya di daerah Tanah toraja,dan gak tau kenapa pada saat itu nomor telpon Zahra tiba-tiba tidak bisa di hubungi hingga aku kembali aku kerja di jakarta dan sampai aku pulang ke kampung halaman tetap nomornya ga bisa di hubungi.sehingga aku ingin bertemu langsung sama dia ada apa sebenarnya dengan Zahra,sesampainya di rumah Asep,aku langsung ketuk pintu rumah ,”Asalamualaikum ,,,,Sep,,,,,Sep,,,,Asep”panggilku sambil mengetuk daun pintu,selang beberapa waktu terdengar ada yang ada suara langkah kaki yang terdengar mendekati pintu rumah yang aku ketuk,dan lalu terbukalah pintu itu “wah ada tamu ,,,istimewa nih ,,,”Asep berkata sambil tersenyum –senyum melihatku ,”kapan datang kang Mandala”tanya asep sambil tersenyum sumringah,”sudah satu hari Sep,,,”jawabku sambil tersenyum,”ayo silahkan masuk kang ,,,”Asep mempersilahkan aku masuk ke ruangan depan dan aku mengikuti langkah Asep dari belakang,”sok atuh duduk dulu ,,mau minum apa ,Kang Mandala yang panas apa mau yang dingin”sambil masih tetap tersenyum Asep menawarkan aku minuman,”apa ajalah yang ikhlas yang bikinnnya,,,,”jawabku sambil tersenyum canda.Dan tak lama kemudian Asep membawakan dua gelas air sirup dingin dan menaruhnya di atas meja “silahkan di minum kang,,”kata asep sambil menaruh minuman di depan meja depan kursi tempat duduk ku,dengan tanpa panjang lebar lagi aku langsung bicara maksud dan tujuanku datang ke rumahnya,”Sep,,,kedatanganku kesini ,,aku pingin ngajak kamu ,,kerumah Zahra tunanganku,dia ada dirumah ga ya Sep,,,?”kataku sama Asep,agak lama asep tergenun tak menjawab pertanyaanku seprtinya ada sesuatu hal yang di pendam sama dirinya dan sesuatu itu sulit untuk di ucapkan,”Sep,,,halo,,,kenapa diam,,”tegurku sambil tetap bercanda meski penuh tanda tanya,”Sep,,,keapa kamu diam ,,,orang di tanya malah diam begitu,,,kaya orang kebingungan,,Sep kenapa?,,ada apa?”tegurku lagi sambil sedikit kesal,lalu Asep dengan lirih menceritakan kronologis kejadian yang Dia tau selama aku tidak ada di rumah sampai spesifik kejadiannya,setelah semua di ceritakan sama Asep ,”ko bisa Sep,,,,?!!!!”tanyaku sambil sedikit kesal ,”ya itulah kejadianya ,,,kenapa aku tadi begitu,,,sebenernya saya tuh berat buat ceritain masalah Zahra ,,karena kamu memaksa dan menurutku ini penting buatmu ya,,,terpaksa aku ceritain semuanya,,”jawab Asep lagi.”Jadi saat ini Zahra pergi ke Taiwan,,buat kerja di sana ,,,”tanyaku selanjutnya,”yah ,,,,begitulah karena di bujuk terus sama Ibu bapaknya,juga sama temennya yang sudah duluan ada di sana,,,”jawab Asep sambil mengambil sesuatu dari dompetnya,”ini kang alamatnya yang di Taiwan ,,,,tapi jangan bilang –bilang kalo ini dari aku,,,,ini juga aku dapatkan dari Hartini temennya Zahra yang baru pulang kemaren dari Taiwan,,,”tutur Asep sambil memberikan selembar kertas yang tertulis alamat lengkap tempat kerja Zahra yang di Negara Taiwan.Setelah sekian lama kami berbincang-bincang lalu aku pamit pulang sama Asep,”Sep aku pulang dulu yah,,,”,dan Asep pun mejawab “oh ,,yah ,,ga usah kamu gimana-gimana ya Kang,,”kata Asep sambil mengingatkan aku,”sipp,,,boss ,,,asalamualaikum,,?”jawabku sambil starter motorku.
Setelah ketemu asep ,keesokan harinya tanpa sepengetahuan dari orang tuaku,aku mulai mencari tempat PJTKI yang dapat menerbangkan aku untuk kerja ke Taiwan ,dan aku kebetulan punya kenalan temen yang pernah bekerja di salah satu kantor PJTKI yang ada di daerah Bekasi timur tepatnya di daerah Pondok Gede ,dan dia memberikan alamat salah satu kantor PJTKI yang ada di daerah itu ,dan satu minggu kemudian aku datangi tempat itu,dan selanjutnya sesampainya aku di alamat kantor PJTKI yang ada di alamat yang di kasih temenku aku langsung masuk ke ruangan kantor salah satu staff bagian penerimaan calon TKI ,dan aku bertemu sama Ibu Lidia.”Bu aku Mandala dari Serang ,mo daftar menjadi calon TKI tujuan Taiwan ,kalo boleh tau apa aja syaratnya ya Bu,,,?”tanyaku sama Bu Lidia,”syaratnya yang kamu harus siapkan adalah sebagai berikut:Foto kopy KTP,KK,Izasah,SKCK dari POLDA,surat izin dari orang tua atau kalo yang sudah menikah sutar izin istri atau suami,akte kelahiran,pas foto ukuran 3×4 sepuluh lembar,4×6 sepuluh lembar itu aja dulu ,,,mas”Bu Lidia menerangkat persyaratan yang harus aku penuhi untuk persyaratan menjadi TKI,”oh iya mas kamu nanti bikin PASPORT dan Medikal cek up biaya sendiri ya,,,”tambah Bu Lidia sambil menyodorkan dua lembar kertas ,”ini mas tolong di isi pormulir pendaftaran dan ini syarat-syaratnya bisa di baca di sini ,,,ini boleh di bawa pulang,,,dan nanti kalo sudah jadi semua tolong secepatnya nanti kamu bawa kesini semua,supaya lebih cepat kita memprosesnya”tutur Bu Lidia lagi,”iya bu siap,,,secepatnya saya buat,,,,”jawabku,”oh iya bu,,,bagai mana masalah biayanya ,berpa bu?….”tanyaku lagi,”untuk pemberangkatan ke Taiwan ,,sekitar 35 juta ,,,dan ,,potongan 10 bulan perbulan sekitar 5000 NTD atau unag rupiah 2 juta kurang lah,,,,”jawab Bu Lidia sembari senyum.Setelah tanya jawab masalah syarat-syarat menjadi TKI sama Bu Lidia selesai aku langsung pulang .setelah melakukan perjalanan dari Bekasi ke Serang yang memakan waktu kurang lebih 6 jam ,ke esokan harinya aku langsung berangkat menuju tempat-tempat yang berkaitan dengan persyaratan seperti kantor kepala desa,kantor kepolisian untuk bikin SKCK dan kantor catatan sipil untuk bikin akte kelahiran karena aku belum punya akte kelahiran.Tepatnya 27 hari aku selesaikan semua persyaratan yang tertera di selembar kertas yang di berikan sama Bu Lidia,setelah itu aku telpon Bu Lidia untuk mengkompirmasi masalah persyaratan yang sudah di tentukan itu,dan ke esokan harinya aku siap –siap untuk berangkat kembali ke kota Bekasi untuk menyerahkan persyaratan itu ke kantor PJTKI,setelah sampai di kantor PJKTI lagi langsung aku tidak di perkenankan pulang oleh pihak kantor di karenakan keesokan harinya akan di ajak ke sebuah tempat medikal cek up untuk di periksa kesehatanya,jika di kondisi badanku di nyatan vit maka kata orang kantor PJKTI itu aku langsung bikin PASPORT dan siap untuk di promosikan kepada agency yang ada di Taiwan untuk di salurkan ke perusahaan –perusahaan yang ada di bawah naungan agncy yang ada kerjasama dengan PJTKI yang mengurus keberangkatanku.
Singkat cerita tibalah saat aku di beri kabar oleh pihak kantor PJTKI ,kalau aku di suruh berangkat ke kantor untuk mengurus TETO dan di lanjutkan deng PAP (Persiapan Akhir Pemberangkatan ),dengan penuh sukacita sore itu aku langsung mempersiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatanku besok pagi,saat aku berkemas kemas menata bajuku di masukan ke koper ,aku tidak menyadari Ibuku mengamati aku di depan pintu sambil matanya berkaca-kaca ,wajahnya yang mulai keriput terbasahi oleh tetesan air mata ,dengan kikuk dan perasaan penuh tanda tanya akupun menghampiri Ibuku,”bbu,,,,,,aa,,aku mau berangkat kerja lagi bu mungkin kali ini agak lama ,,”aku berusaha menjelaskan pada Ibuku,”Ibu sudah tau nak,,,,apa yang ada di fikiranmu saat ini,,”tutur Ibuku sembari memeluk aku,”Ibu tau dari mana?,,,,”tanyaku ,rasa tak kuasa akupun larut dalam suasana haru bercampur sedih karena akan meninggalkan Ibuku mungkin cukup lama,lalu Ibuku menjawab”tak usah kamu bertanya Ibu dapat kabar dari siapa ,yang terpenting carilah calon istrimu itu,dan tanyakan kepastiannya ,,,itu aja pesan Ibu ,,,karena orang tuanya sudah tidak memeperdulikan hubungan kalian ,,yang mereka lihat Cuma harta ,,,dan kamu harus sadar ,,,nak,,,kalo kita keluarga yang tidak mampu,,,sudah lah nak,,,,pergilah doa Ibu selalu bersamamu,,,jaga diri baik-baik ya nak,,ingat pesan almarhum Bapakmu,,,,ya ,,jadilah orang yang sukses,,”tutur ibu sembari terus memeluk aku dan mengelus –elus kelapaku,”iya bu,,,,aku gak bakal lupa ,,,amanat almarhum Bapak,,”jawabku sambil tak kuasa meneteskan air mata.suasanapun jadi hening dan seolah turut larut dalam kesedihan .Keesokan harinya aku pamitan Sama ibuku dan selanjutnya berangkat menuju terminal dengan naik angkutan kota .dan berangkat menuju kantor PJTKI di kota Bekasi,waktu terus berjalan tanpa terasa samapailah ke tempat tujuan dan akupun menginap di asrama PJTKI karena untuk pengurusannya ke esokan harinya,singkat cerita tepatnya hari Rabu aku berangkat TETO untuk melakukan registrasi dan sidik jari,setelah TETO selesai pihak kantor melarangku untuk pulang kerumah ,di suruh menginap di asrama di karenakan empat hari lagi sudah PAP ,akupun menginap di sana samapai hari pemberangkatan.Aku tidur di ruangan ukuran 4×6 meter dan di ruangan itu sudah terdapat 8 orang calon TKI yang akan berangkat ke berbagai negara tujuan seperti Malaysia,Taiwan dan Arab saudi dengan tempat tidur hanya ber alas tikar dan dan satu orang satu bantal yang kusam seperti tak pernah di jemur ,karena lelah ,kecapeaan karena perjalanan akupun terlelap,tanpa terasa keringatpun bercucuran karena ruangnya tanpa AC dan hanya satu kipas angin ber ukuran sedang yang mutar tanpa henti di sudut kamar yang tanpa jendela,hanya ada lubang -lubang kecil di tempok sebagai pentilasi udara,akhirnya pagi pun tiba ,matahari mulai menampakan diri dan menambah panasnya suasan ruangan yang aku tempati ,aku ambil handuk di tas yang aku bawa lalu aku menuju kamar mandi sesampainya di kamar mandi ,aku sedikit tercengang karena antrian nya sangat panjang ,di karenakan cuman ada dua kamar mandi satu toilet sedangkan orangnya banyak sekitar 20 orang,”hmmmmmmm,,,,”aku menghela nafas panjang,lalu aku bertanya sama temen satu kamar yang mau berangkat TETO bareng,”jam berapa berangkatnya mas?,,,,,,,”,”jam 9 mas,,,,,”jawabnya sambil mengusap mukanya yang penuh dengan keringat.
Setelah seluruh proses demi proses telah aku lalui.”Mandala ,,,,besok kamu berangkat ,,,sekarang kamu ke kantor untuk menandatangani semua berkas yang berkaitan dengan masalah kontrak dan job mu di sana”Orang kantor menginformasikan ,dan mengajak aku ikut ke kantor.setelah penanda tangannan berkas dan lain sebagainya selama di kantor juga masalah pelunasan uang keberangkatan ,akupun langsung menuju kamar ku untuk membereskan semua bajuku.Malam itu hatiku ga menentu ,senang,haru campur jadi satu di benaku yang ter bayang wajah Zahra yang tersenyum manis ,sambil melihat langit langit kamar hatiku berkata”Zahra ,,,,aku akan mencarimu ,dan semoga Allah swt bisa mempertemukan kita,,,,amin,,,,tunggu aku ya Zahra,,,,,”.
Keesokan harinya aku di jemput orang kantor jam 9 pagi untuk penerbangan ke Taiwan pukul 14:15 ,dan akupun sampai di bandara Soekarno-Hatta pukul 12 WIB ,lalu aku masuk keruang tunggu dan jam 14:35 pesawat yang membawakupun terbang menuju Taiwan.5 jam perjalanan ke Taiwan akhirnya pesawatpun mendarat di bandara Taoyuan kota Taipei ,Taiwan.
Sesamapainya di Taiwan,aku bersama 10 orang temenku di jemput oleh agency dan di bawa ke penampungan sementara ,sesampainya di penampungan kita di suruh tidur untuk melanjutakan proses selanjutamya ke esokan harinya seperti medikal cek up dan lain-lain.meski tidur bertumpuk dengan migrant dari negara lain seperti Vietnam,Filipina,Thailand dan tempat penampunganyapun dekat dengan kandang hewan babi ,tapi aku merasa semua itu tidak menjadi beban bagiku yang terpenting sudah ada di Taiwan ,berarti sudah dekat juga dengan Zahra fikirkusambil tersenyum –senyum sendiri.
Semangatku pun mulai membakar karena semua proses telah aku lalui dan saatnya bekerja,aku bekerja di sebuah perusahaan pembuatan lem shilikon di daerah Taoyuan city ,dekat dengan station kereta Taoyuan hanya berjarak 1 km bisa di tempuh dengan berjalan kaki hanya 10 menit ,di perusahaan ini aku tidur di sebuah ruangan ukuran 4×5 meter dengan tempat tidur ranjang kayu bertingkat dan satu kamar ada 7 orang.Hari demi hari aku lalui di tempat ini,sembari menunggu ARC ku yang belum jadi aku hanya bisa pesan makanan sama teman karena tidak boleh keluar sebelum punya ARC ,ARC itu sama dengan KTP setempat,dan KTP ku jadi sekitar 20 hari ,dan saat itu juga aku minta antar sama temenku JOKO dia adalah TKI asal jawa timur yang sudah 2 tahun bekerja di perusahaan yang aku kerja saat ini ke station kereta Taoyuan.Dan hari minggu yang cerah itu aku sama Joko pergi ke station kereta ,dan Joko pun menunjukan arah-arah mana aja dan kereta mana aja yang bisa di tumpangi cepat,sedang,dan pelan.”Inilah station kereta Taoyuan ,,,,kalo kamu beli tiket di sana,,,terus kalo kamu mau ke arah Taipei kesana,,,,ke arah Taichung kesana “dengan sabar Joko memberi tahu aku.Serasa cukup kitapun Pulang kembali ke asrama perusahaan .
Malam harinya aku coba menelpon Zahra ,,,ternyata nomor yang di kasih sama Asep itu syudah tidak aktif lagi,aku ga kehilangan akal aku coba cari tau lewat pertemanan di Facebook nya Zahra,satu persatu temen FB nya Zahra aku tanya,hingga suatu saat di beri kabar sama temen deketnya Zahra kalo dia ada di New Taipei City dan minggu depannya dia libur bareng Zahra ke Taipei.dengan penuh semangat dan rasa rindu yang menggebu-gebu aku pun memepersiapkan segala sesuatunya untuk berangkat ke Taipei minggu depannya.Pagi minggu itu aku bangun pagi dan siap –sipa berangkat untuk bertemu kekasih hati,,dengan setengah berlari kau cepat-cepat menuju station kereta dan aku masuk gerbing kereta cepat menuju Taipei ,meski baru pertama kali aku ke Taipei dengan melihat perunjuk-petunjuk jalan yang banyak tertempel di setiap sudut tempat aku merasa aku ga bakal nyasar.Keretapun berjalan sangat cepat dan dalam waktu kurang dari 1 jam aku sudah sampai di Taipei,setelah sampai aku menuju Aula Taipei Main Station ,”wahhhhh,,,,megah amat ya,,,cxcxcxcx ,,,,,” kataku dalam hati sembari terkagum –kagum melihat bangunan station Taipei,belum sempat aku melihat seluruh ruangan gedung station Taipei ,dari dalam kantong celanaku hp ku bunyi dan aku lihat Andin temennya Zahra telpon aku,,’’halo,,,,ini Andin ya,,,” tanyaku ,”iya mas ,,,,mas Mandala ada di mana ,,,,” jawab andin,”aku di pojok kanan pembelian tiket,,,,de” lanjutku,”aku di dekat patung besi ,,”Andin menjawab,dan coba aku mencari arah tempat dia ada sembari tidak mematikan handpon kami.Dan akhirnya aku melihat sosok wanita tinggi putih berambut lurus panjang sebahu,menyapaku,,,”mas Mandala ya,,,,,?’ dia bertanya padaku”ii,,,,iii,,iya ,,ini Andin ,,,ya?” dengan sedikit giguk aku menjawab dan bertanya balik,”iya mas aku Andin,,,temennya Zahra,,,”maaf mas Mandala zahra tadi berangkatnya ga bareng aku katanyasih nyusul gitu,,,,”tutur Andin padaku,”ooo..oya gak apa-apa ,,,de…” jawabku,dan selanjutnya Andin mengajak aku ke tempat makan di lantai 2 Taipei main station,dan sesampainya di sana kitapun memesan makan dandua gelas orange juice,15 menit telah berlalu dan makanan yang ada di hadapan kami pun sudah tersantap habis,tapi tidak ada kabar dari Zahra,dan Andinpun berusaha berulng –ulang mencoba menghubungi Zahra tapi tidak di angkat dan akhirnya kita putuskan untuk turun kembali ke lantai satu untuk mencoba mencari Zahra ,dan aku kelilingi hampir seluruh tempat yanga ada di station taipei bersama Andin,hingga pada suatu tempat di belakang station dekat dengan gerbing kereta mati,aku melihat satu pasangan yang sedang duduk menghadap ke jalan sepasang cewek dan cowok itu tak lain adalah Zahra dengan cowok yang aku sendiri siapanya Zahra duduk bermesraan dan berciuman ,melihat itu jiwa kelakianku meledak ledak,dan ingin rasanya melabrak mereka,melihat itu Andin langsung menarik tanganku dan mengajak aku pergi dari tempat itu,”mas ,,,ayo kita kelain tempat aja ,,,ayooo?”kata Andin sembari menarik-narik aku,dengan hati tidak menentu dan tak terasa air mata ku mengalir deras aku mengikuti langkah Andin,kecewa,marah bercampur jadi satu ,dengan lunglai dan lemas karena melihat kejadian tadi ,seaakan-akan aku tidak percaya apa yang aku lihat ternyata Zahra bukan seperti yang aku kira ,dua tahun aku coba untuk berusaha setia sampai aku belain datang ke Taiwan untuk mencarinya tetapi yang terjadi seperti ini .Aku di ajak Andin ke sebuah taman yang tidak jauh dari station Taipei dan kami pun duduk di bawah pohon rindang ,dan Andin pun duduk di samping ku sambil terus memegang tanganku,”Din kenapa kamu ajak aku kesini,,”tanyaku lirih sambil aku melihat wajahnya yang merona dan rambutnya yang panjangpun terurai bebas di sapu angin musim panas,”tidak mas,,,aku sebenarnya ingin menceritakan masalah Zahra sebelum mas Mandala datang ke Taipei kemaren,,,tapi sekarang mas Mandala sudah lihat sendiri,,,yah aku ga bisa berbuat apa-apa,,,,”tutur Andin menjelaskan kepadaku,”gak apalah Din,,,,mungkin ini sudah nasib ku,,”sambil aku mengusap air mataku yang keluar aku menceritakan semua jalan ceritanya kenapa aku bisa samapai bekerja di Taiwan ,Andin pun mendengarkan sambil menatap wajahku.setelah semuanya aku ceritakan sama Andin,”Din,,,boleh aku bertanya padamu,,,,”aku bertanya sambil sedikit tersenyum,’Tanya apa mas ,,,,silahkan”jawab andin ,”kamu,,,,kamu ,,,apakah kamu sudah punya pacar ?,,,,’’sambil menoleh ke wajah Andin yang masih menatap aku,”mana ada yang mau sama aku mas,,,,gadis jelek kaya aku,,,,ga bakal ada yang mau,,,”jawab Andin sambil tersipu malu-malu,”benar kamu lum ada yang punya,,,Din?,,,,”tanyaku sambil kedua tanganku memegang pundak Andin,dan kamipun saling pandang dan saling senyum dan setelah itu andi menganggukan kepalanya sambil berkata,”iya mas iya,,,aku masih sendiri”dengan tidak menyia nyiakan waktu aku pun nembak Andin ,”Din apakah kamu mau jadi pengganti Zahra untuk selama-lamanya ,,,jika kamu mau ,,secepatnya aku akan bicara sama Ibuku untuk datang kerumahmu untuk melamarmu dan kita menikah di sini,,,bagai mana Din,,,,’’aku pun bertanya sambil sedikit memastikan kalo aku sungguh –sungguh sama Andin,”sambil tersipu sipu Andinpun menjawab dengan lirih”apakah benar yang kamu katakan mas Mandala ,,,,apa tidak terlalu buru-buru,,,”,”tidak Din aku sungguh –sungguh,,,kamu mungkin tidak akan percaya sebenarnya aku suka sama kamu itu dari dulu ,saat kita masih SMA ,,,aku mulai menjauh darimu dan memilih Zahra karena aku sering lihat kamu sama seorang cowok yang ganteng itu,,,dan aku merasa malu sendiri dan akhirnya aku pasrah dan memilih Zahra untuk jadi kekasihku,,tetapi gak taunya begini,,,sedang Ibuku sangat menginginkan aku cepat mendapatkan jodoh dan pingin cepet-cepet juga pingin punya cucu,,,,”serasa hilang kejadian empat jam yang lalu aku mencoba menceritakan semuanya tentang perasaanku pada Andin sembari aku terus memandangi Andin,dan Andinpun sembari senyum sepertinya pertanyaanku tidak di jawab dengan bibirnya tetapi dengan isyarat pandangan matanya dan jari-jemari tangan nya yang lembut menggenggam erat jari jemariku,dan hari itu seprti aku hiduplagi jiwaku yang hampir mati di hempas penghianatan dari tunanganku sendiri,’’Din yo kita ke Taipei main station ,,,,dah sore ,,,aku mau pulang ke Taoyuan dulu kita lanjutkan tar malam ya lewat telpon aja,,,ok’’akupun mengajak Andin untuk pergi beranjak dari tempat itu untuk kembali ke TMS untuk membeli tiket tujuan Taoyuan,setelah sampai di TMS dan membeli tiket akupun pamitan sama Andin untuk kembali ke Taoyuan,karena Andin bekerja di Taipei akhirnya kita berpisah.
Waktu terus berlalu hubungan kita pun semakin serius dan sudah mendapatkan persetujuan dari kedua orang tua Andin dan Ibuku,singkat cerita kamipun melaksanakan akad nikah di mesjid besar Taipei di daerah Daan,tepatnya di samping Daan park.sampai saatnya aku habis kontrak dan sebenarnya Andin baru duatahun tapi dia memutuskan kontrak kerjanya hanya dua tahun ,dan kamipun pulang bersama .

******************TAMAT********************

One thought on “i pursue my love to Taipei

發表迴響

你的電子郵件位址並不會被公開。 必要欄位標記為 *