誠實與順從 KEJUJURAN DAN HIJABKU

【2014年得獎作品】優選Choice Award

誠實與順從 KEJUJURAN DAN HIJABKU / Nanik Riyati

Malam yang sepi dan sunyi, angin malam berhembus menyentuh kulit, membuatku terbangun. Ku tarik selimut dan ku teruskan menikmati empuknya bantal kesayanganku. Belum juga mata ini terpejam jam waker telah memanggilku, waktu tahajud telah tiba, waktunya aku bersujud.

Tepat jam 3 pagi aku beranjak dari tempat tidur. Ku langkahkan kaki untuk mengambil air wudu dan kujalankan salat sunnah 2 rakaat dan berdoa. Aku tidak langsung beranjak, namun ku benamkan mukaku di atas sajadah yang masih terbentang dilantai.Tidak bisa kubendung air mata, aku terisak, semakin keras, semakin keras.

Namaku Nanik, aku lahir di Magelang tahun 1984 dari keluarga yang ekonominya pas-pasan, sehingga tahun 2003 aku memutuskan untuk bekerja di Malaysia. Perjalanan hidup pun bermula. Manis, pahit, suka dan duka selama bekerja kujalani.

Aku bersyukur mendapatkan majikan yang baik dan pengertian. Aku bekerja di sebuah toko pakaian. Dari sana, aku belajar banyak, dan itu kujadikan hobi baruku. Ku jalani pekerjaanku dengan senang walaupun lumayan menguras tenaga. Bayangkan! Aku harus naik-turun tangga sampai 100 kali lebih setiap hari, selama 6 tahun.

***

Aku memutuskan untuk bekerja ke Taiwan. Gaji yang ditawarkan lebih tinggi dibanding negara-negara lain. 4 Desember 2008, ku injakkan kakiku di tanah ini. Alhamdulillah, lagi-lagi aku mendapatkan majikan yang baik.

Ah-Kong yang aku jaga seorang yang berpendidikan tinggi dan menceritakan kisah hidupnya. Siauce (panggilan untuk majikan) adalah seorang dosen Bahasa Inggris di salah satu Universitas di Taiwan dan mereka sekeluarga memperlakukanku dengan baik. Semua kebutuhan ditanggung dan gaji pun tidak pernah telat.

Akan tetapi Siauce tidak mempercayaiku karena pembantu yang dulu telah menipunya, dan juga teman-teman Indonesia lain. Dia membawa kabur uang lebih dari Nt 200.000, belum lagi uang Ah-kong yang Siauce sendiri tidak tahu jumlahnya. Tentu saja karena kejadian itu, dia lebih berhati-hati dan tidak sembarangan mempercayai orang.

Hal itu tidak membuatku takut atau sedih, justru itu sebuah tantangan dan cobaan agar aku lebih jujur, tekun, rajin. Aku harus bisa membuktikan kalau tidak semua orang Indonesia itu seperti pembantunya yang lama.

Perlahan ku tunjukkan keikhlasanku dalam merawat Ah-kong. Setiap hari aku mendengarkan cerita yang sama berulang-ulang kali, bahkan aku sendiri hafal dan bisa menulis kembali cerita masa lalunya. Setiap kali aku menemukan uang di saku Ah-kong, pasti kukembalikan dan dia tersenyum bahkan memberitahukan anak-anaknya tentang apa yang aku lakukan.

Pernah suatu hari Ah-kong memberiku uang Nt 3000, akan tetapi uang itu aku berikan ke majikan “Da Siauce please don’t tell Ah-kong that I gave you the money and don’t tell him that I told you everything, please keep it secret between us”.

Dia menganggukkan kepala sambil tersenyum, dan mulai saat itu ku beri tahu majikan apa saja yang dilakukan Ah-kong, terutama hal yang berurusan dengan uang. Dengan kejadian-kejadian kecil itu dia mulai mempercayaiku untuk berbelanja, membawa Ah-kong ke rumah sakit dan lain-lainnya. Aku mulai betah bekerja, terasa seperti di rumah sendiri. Ternyata kabar yang selama kudengar tidak benar kalau orang Taiwan itu jahat-jahat.

Tidak terasa, waktu berlalu dengan cepat dan kontrakku hampir habis. Majikan memintaku untuk kembali ke sini lagi dan diuruskan direct hiring. Tentu saja aku senang karena dapat bekerja lagi tanpa potongan agensi yang sangat mencekik leher.

Kedatanganku yang kedua membawa banyak perubahan. Keakraban antara aku, Ah-kong, Siauce dan anggota keluarga lainnya makin bertambah. Aku tidak malu-malu bertanya tentang Bahasa Inggris dan apa saja yang aku tidak tahu, tidak paham. Dengan ketelatenannya, Siauce menjelaskan dan mengajariku, hingga suatu hari Siauce menawariku untuk kursus Bahasa Inggris. “Yati, do you want to studyEnglish? If you want, I can help you and teach you regularly”.

Tentu saja kesempatan ini tidak aku sia-siakan. Ku anggukkan kepalaku dan kujawab dengan terbata-bata, “Of course I want,”.

Keesokan harinya sepulang kerja aku disodori banyak buku, mulai dari grammar, cerita dan percakapan. Aku sempat bingung dari mana aku harus mulai membaca buku-buku asing yang super tebal. Tetapi dengan kesabaran, Siauce mengajariku.

Tak terasa 4 bulan telah berlalu. Tiba-tiba Siauce bertanya “You’ve learnt English for few months, it will be better if you take a test and you’ll get a certification. After you go home you can study in University and get a degree. You can get a better job and good salary”.

Aku menyetujuinya dan didaftarkan untuk mengikuti test TOEIC. Semua dipersiapkan oleh Siauce, dari pendaftaran, pembayaran bahkan waktu tes pun aku diantar.

Aku sempat minder karena tesnya di National Taiwan University Of Technology dan pesertanya mayoritas mahasiswa berpendidikan, dan aku satu-satunya peserta dari Indonesia dengan status TKW. Aku berusaha tenang dan apapun hasilnya aku akan coba yang terbaik. Alhamdulillah aku lulus dengan nilai 520 dari nilai maksimal 900. Walau tidak memuaskan, aku tetap bersyukur bisa lulus. Aku ditawari untuk kuliah di universitas tetapi kutolak. Aku lebih suka membaca blog, nonton youtube serta membaca status-status facebook yang bermanfaat.

Hobiku mulai berubah arah setelah mendengarkan ceramah Ustadz Felix Siaw dan membaca status-status beliau, ditambah ceramah dari Oki Setiana Dewi yang semula artis seksi, cantik tetapi lebih memilih untuk berhijab dan menutup aurat, bahkan terlihat lebih anggun. Ada lagi semangat dari ibu Yessi yang selalu menyuruhku bersabar, berdoa dan tawakal.

Aku mulai tertarik memakai hijab terlebih setelah aku membaca surat An-Nur ayat 31 yang artinya “Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya,dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) Nampak daripadanya.Dan hendaklah mereka mereka menutupkan kain kudung kedadanya”. yang mewajibkan wanita untuk berhijab,dan keinginanku bertambah kuat. Kucoba memakai hijab di saat majikan tidak di rumah.

Suatu hari Siauce mendapatiku berhijab. Mimik wajahnya menunjukkan ketidaksukaannya dan menyuruhku untuk melepaskannya. Dia masuk ke kamar dan memanggilku sambil membuka youtube dan menjelaskan tentang adat upacara kematian orang Cina.

Dengan kesedihan dan kekecewan terpaksa ku lepas hijabku dan berpakaian seperti biasa, tetapi dalam hati, aku tetap berkeinginan untuk berhijab dan menjadi muslimah yang baik.

Aku mulai istikamah berdoa dan berusaha mencari informasi bagaimana caranya agar bisa berhijab menjalankan perintah Allah dan tetap bekerja dengan baik. Rasa iri dan sedih setiap kali melihat teman-teman bisa bebas berhijab selalu terbesit. Dalam hati hanya bisa berucap, “Ya Allah semoga suatu saat aku diperbolehkan berhijab”.

Browsing dan googling menjadi kegiatan rutinku sehingga aku menemukan sebuah website Universitas Terbuka di Taiwan yang cara belajarnya secara online. Ku bacabeberapa kali, ku pertimbangkan beberapa bulan, hingga akhirnya aku putuskan untuk meminta ijin ikut kuliah dengan jurusan manajemen sesuai dengan hobiku berdagang.

Keinginanku tidak bertepuk sebelah tangan. Izin pun kudapat, bahkan semua peralatan sekolah disediakan. Dari pergaulanku dengan teman satu group, dosen dan teman sekelas serta materi yang aku pelajari membuat aku semakin paham tentang hak dan kewajiban. Akan tetapi dalam praktek masih sangat sulit, karena lingkungan, adat, dan agama yang berbeda serta hubunganku dengan Ah-kong dan Siauce bertambah akrab. Bahkan di saat aku pergi kuliah, Ah-kong sangat kehilangan dan merasa kesepian. Ah-kong menulis surat mengungkapkan kesepian, kerinduannya dan kesukaannya denganku. Dia menganggapku cucu yang paling baik.

Semua itu menjadi dilema dan pilihan yang sangat sulit untukku. Aku merasa tertekan, keinginanku menjadi muslimah yang taat akan ajaran agama, kerja, Ah-kong dan hutang yang masih menumpuk membuatku benar-benar bingung hingga beberapa hari tidak bisa konsentrasi kuliah, malas mengerjakan tugas. Dengan kepercayaanku bahwa Allah akan mempermudah jalan umatnya yang berniat baik, melakukan sesuatu dengan jalan yang baik maka ku beranikan diri bilang ke Siauce kalau aku mau pulang kampung setelah habis kontrak.

Tanpa ku duga, Siauce menangis sambil memelukku dan kontan saja Ah-kong ikut menangis. Aku tidak memberitahukan kalau alasanku karena ingin memakai hijab, karena aku menganggap tidak mungkin dia akan mengijinkanku. Beberapa hari ku lihat kesedihan di mata Siauce, bahkan Ah-kong tidak tidur beberapa malam, resah karena akan kutinggalkan.

Tiba-tiba aku teringat akan surat yang Ah-kong tulis buatku. Maka di sela-sela kesibukan mengerjakan tugas kuliah, ku tulis sebuah surat dengan bahasa Inggris dengan vocabulary yang pas-pasan dan grammarnya yang tidak lengkap. Akan tetapi aku yakin Siauce memahami isi suratku.

Ku jelaskan kewajiban wanita muslimah untuk berhijab itu diperintahkan langsung oleh Allah dan keutamaan wanita yang berhijab dan taat beragama pasti akan lebih sabar dalam mengurus orang tua, lebih ikhlas dalam bekerja dan jujur.

Selesai kerja kuberikan surat yang sudah kupersiapkan dan aku masuk kamar untuk melaksanakan salat isya. Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Siauce berlari memelukku dengan erat sambil menangis. Diciuminya rambutku sambil berkata:

“You can wear hijab. You can wear your dress. You can pray, you can study, you can do anything you like, but don’t leave us and please take care of Ah-kong, because he loves you and likes you. If this was your reason to go home please stay here and do as your Allah asked you to do. I allow you and I will explain to Ah-kong and my brother.”

“If you have something to talk, just tell me and we can communicate”.

Spontan aku bersujud dan menangis. Ku peluk erat tubuh Siauce, ku anggukkan kepala dan aku setuju untuk menambah kontrakku, di samping aku bisa melanjutkan kuliahku dan melunasi hutang-hutangku. Terima kasih ya Allah, ternyata benar, kalau kita berdoa dengan istiqamah, berusaha tanpa henti Allah pasti akan mengabulkan doa kita.

Semua yang aku pelajari ternyata tidak sia-sia. Kejujuran dan tanggung jawab membuat kita berhak untuk menuntut hak kita dengan cara yang baik dan benar.Tetapi jangan sekali-kali kita menuntut hak tanpa melakukan kewajiban kita dengan baik,pasti tidak akan membuahkan hasil. Mari manfaatkan waktu luang kita untuk belajar agar kita tidak tersesat lebih jauh dan dapat berkomunikasi dengan baik agar hak-hak kita sebagai umat muslim. Hak sebagai TKW muslimah yang bekerja di negeri non-muslim ini bisa kita dapatkan. Dengan komunikasi yang baik dan cara penyampaian yang benar insyaAllah semua masalah akan terselesaikan.

Aku tahu tulisan ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan penulis profesional lainnya, tapi tujuanku menulis ini untuk berbagi kebahagiaan karena dengan kejujuran, kesabaran dan keistikamahanku dalam bekerja, berdoa memohon kepada Allah, akhirnya harapanku terkabul, dan aku bisa bekerja dengan tenang karena bisa salat, berhijab dan menutup aurat seperti yang Allah perintahkan.Semoga kita semua selalu dalam lindungan-NYa,Aamiin yaRabb.

Kisah yang mengingatkan kita akan kewajiban kita sebagai muslim, berpegang teguh dalam ajaran agama.


【2014年得獎作品】誠實與順從 KEJUJURAN DAN HIJABKU

孤獨與寂靜的晚上,風輕撫過肌膚,使我醒來。我拉起被子繼續享受枕頭的柔軟。我的眼睛還沒閉上,鬧鐘就開始叫醒我,早上禱告時間到了,是時間向祂膜拜。

凌晨三點我迅速下床。我端聖水開始聖訓祈禱。我沒有立刻抬起頭來,我把我的臉埋在祈禱墊上。無法控制我的眼淚,我啜泣,越來越大聲。

我的名字叫娜妮(Nanik),1984在馬吉冷一個家境普通的家庭裡出生,直到2003年我決定去馬來西亞打工。人生的旅途就此開始。在我打工期間,甜蜜、艱苦、快樂、與悲哀,我全都感受到了。

我很感激我的雇主,很能理解我,對我也很好。我在服飾店上班。在那裡,我學習到很多,並且成了我的興趣。我做得很開心,儘管工作很花力氣。例如,我每天都要上下樓梯100多次,長達六年。

~~~~~~~

後來我決定去台灣工作。跟其他國家比起來,薪資比較高。2008年12月4日,我踏上這塊土地。感謝真主,我再次遇到一個很好的雇主。

我照顧的阿公,是一位高學歷的人,而且時常講他的故事給我聽。小姐在台灣某一所大學擔任英文教授,她與全家人都對我很好。負擔我的生活所需,也從來不耽誤發薪資的時間。不過小姐不是十分信任我,因為之前雇用的人、還有印尼朋友,曾經騙過她。被拿走20萬現金,這還沒加上阿公的錢。當然,事情發生過後,她變得小心翼翼,不再輕易相信別人。

這件事不會讓我感到害怕或難過,對我來說,反而是一個挑戰與考驗,讓我能夠誠實無欺、吃苦耐勞。我一定能向她證明,不是每個印尼人都像之前的外勞那樣。

慢慢的,我展現我的真心來照顧阿公。我每天都要聽好幾次同樣的故事,一遍又一遍,我都可以背起來了。甚至每次我在阿公的口袋裡找到錢,我一定會歸還給他,他便會笑著告訴他的小孩我做的這件事。

曾有一天阿公給我3,000元,但我把那筆錢還給雇主,說:「大小姐,拜託請妳不要告訴阿公,說我把錢還給你,也不要告訴他,我把每件事情都跟妳說,請妳就當做這是我們之間的秘密。」

她笑著點了點頭,從那之後開始,阿公所有大大小小的行動我都告知雇主,尤其是像用錢方面的事,她開始信任我,讓我自己去採買、帶阿公去醫院等等。我開始適應我的工作,感覺就像在自己家。事實證明,過去我聽到對台灣人的負評都是錯誤的。

時間過得飛快,不知不覺,我的工作合約就快到期。我的雇主要求我再回來,她要幫我辦理直接聘僱。我當然很開心,因為這樣薪資就不用再被仲介費勒住。

我第二次回到台灣有很大的變化,我和阿公、小姐與其他家人更加親密了。我很勇於請教我所不懂的英文。小姐很有耐心地指導我,解釋給我聽,直到有一天,小姐問我要不要補習英文,她說:「雅迪,妳要學英文嗎?如果你願意,我可以幫妳,定期教妳。」我當然想把握這機會。我點頭,結結巴巴地回答:「我當然想學。」

隔天下班後,我拿到很多本書,從文法、故事到會話。我愣住,不知道該從哪裡開始讀起,這些都是很厚的原文書。但小姐很有耐心地教我。

不知不覺四個月就過去了。小姐突然問我:「妳學英文已經好幾個月了,如果妳參加檢定拿到證書會更好。回家後妳可以去大學進修拿到學位。這樣就能找到更好的工作,以及更高的薪水。」我答應,然後報名參加TOEIC多益測驗。所有一切都是小姐幫的忙,從報名手續、報名費,甚至是測驗時她都送我去。

我覺得很沒信心,因為測試地點是在台灣科技大學,並且裡面都是高學歷的大學生,只有我一個是印尼的參賽者,且是以外籍勞工的身分參加。我試著讓我自己冷靜下來,不管結果怎麼樣,我都要盡量做到最好。感謝真主,總分900分,我以520分通過。雖然成績不算很理想,但我仍然對通過考試心懷感恩。我被說服去念大學,但我拒絕。我還是比較喜歡看部落格、看youtube、以及看一些有用的臉書動態。

聽了阿訇Felix Siaw的演講,閱讀他的臉書動態後,我的興趣開始改變方向,加上明星Oki Setiana Dewi的演講,以前她是漂亮的性感藝人,但現在選擇順從(帶頭巾)與遮掩下身,反而看起來更優雅。還有另一個精神導師葉細的鼓勵,她總是時常叫我要忍耐、禱告、與順服。

特別是我讀了可蘭經An-Nur 31條後,我開始對戴頭巾感興趣,意思是「講給有信念的婦女:要降低視線,遮蔽下身,莫露出首飾,除非自然露出的,叫她們用面紗遮住胸瞠。」規定婦女戴頭巾,我的渴望越來越強烈。雇主不在家時,我就試著把頭巾戴上。

有一天,小姐看到我戴頭巾。她的臉色露出不悅的表情,然後叫我拿掉。她叫我進她房間,邊開youtube給我看,邊解釋華人的喪葬習俗。被迫拿掉頭巾,我感到難過與失望,我穿回往常一般的衣服,但在心裡,我還是想要頭巾,順從成為一個好的穆斯林。

我開始努力禱告,尋求如何能兼顧服從阿拉的命令以及好好上班的訊息。每次看到我的朋友能自由的戴頭巾,我都會既羨慕又傷心。只能在心裡唸:「阿拉啊,希望有一天我能被允許戴頭巾。」

瀏覽網頁與google成為我日常生活的一部分,直到我找到線上學習的大學進修部網頁。我看了很多遍,考慮了好幾個月之後,我終於下定決心,請求雇主准許我進修大學經濟系,主要是符合我喜歡做生意的興趣。

我的願望得到回應。我得到允許之外,甚至所有的學習用品都已經幫我準備好。從我的社團、教授、同學、以及教材中,我更懂得關於自己的權利與義務。但做法實際上還是很困難,因為環境、習俗、與不同的宗教,且我和阿公、小姐的感情越來越親密。甚至當我去上學時,沒有我在身邊阿公會感到非常寂寞失落。阿公會寫信表達他的孤單,以及渴望與我一起。他把我當作他最乖的孫女。

對我來說,所有這一切都成為非常艱難的抉擇。我覺得沮喪,我想要成為遵從教義的好信徒,也想做好我的工作,阿公與我堆積如山的債務,使我真的不知所措,以至於接連好幾天我都無法專心上學,功課懶散。我相信阿拉會讓懷著善意的信徒的人生更順遂,用合宜的方式。因此,我鼓起勇氣對小姐說,工作合約到期後,我要回印尼。

意想不到,小姐哭著抱住我,阿公看見也跟著哭了。我沒有告訴她,是因為我不被允許戴頭巾的關係,因為我認為她不可能會允許。這幾天,我看到小姐臉上難過的表情,甚至阿公已經好幾個晚上都沒有睡,擔心我將會離開。

突然,我想起阿公寫給我的信。在忙學校學業時,我曾用很簡單的英文寫信給小姐。我相信小姐會看得懂我信裡的內容。我解釋穆斯林信徒的義務,戴頭巾是阿拉對穆斯林婦女直接的命令,而且是婦女順從宗教最主要的教條,這樣一定會加倍耐心來照顧老人家,更誠懇與誠實。

工作完畢後,我把準備好的信拿給小姐,然後就進到我房間禱告。突然房門打開,小姐跑來哭著抱住我。她吻我頭髮,說:「妳可以戴頭巾,妳可以穿妳的衣服。妳可以禱告,妳可以上學,妳可以做妳愛做的事,但不要離開我們,請妳留下來繼續照顧阿公,因為他愛妳、喜歡妳。如果這是妳回家的理由,那麼拜託妳留下來,做你的神命令妳做的事。我會准許,還會解釋給阿公和我的兄弟聽。」

「如果妳有什麼事,只要告訴我,我們可以溝通的。」我立刻哭著跪了下來,喜極而泣。我抱緊小姐的身體,點頭答應延長我的工作合約,除了我可以繼續唸我的大學,另一方面我也可以還清我的債務。感謝阿拉,這一切都是真的,如果我們虔誠的祈禱,不斷的努力,阿拉一定應許我們的禱告。

我所學到的沒有白費。誠實與責任感使我們獲得權利,用正確的方式要求我們的權利。但我們永遠不要在還沒履行我們的責任前,就主張我們的權利,那肯定行不通。我們好好利用我們的空檔時間去學習,讓我們不會再迷失,並且可以好好的溝通,這樣在非穆斯林國家,我們也能得到一個穆斯林婦女與外籍勞工的權利。良好的溝通與正確的方式,所有的難題都會得到解決。

我知道我的文章與其他專業作者無法相提並論,但我寫這篇文章的目的,是要分享我的喜悅,因為誠實、耐心、與認真工作,向阿拉禱告,我的願望終於實現了,現在我能安心的工作,因為能祈禱,順從以及掩蓋下身,聽從阿拉的命令。希望我們每個人都在祂的保護之下,Aamiin yaRabb


 

母語評審 _葉又珊:這故事所描述的事提醒穆斯林教徒的責任,堅守宗教的教義。

母語評審 _丁安妮:誠實是我們該做也是很重要的事,有了誠實我們會被尊重也會受週遭人的信賴,希望本文能成為我們與朋友們的榜樣。

決選評審 _陳芳明:這是內容最貼近題目的一篇,作者終於得到雇主的接納,可以戴頭巾。外勞在台灣的生活還要堅持自己的信仰,真的很不容易,被尊重是很重要的,我看這一篇,至少雇主對他信仰是接納了,因為信仰在台灣也是很敏感,我看重她爭取的過程。

得獎感言 _Nanik Riyati 我從朋友的臉書上得知比賽訊息,我所寫的是我親身經歷的真實故事。能夠得獎我很高興,我想努力再寫出好的故事,並希望我的故事可以啟發人們。

這故事所描述的事提醒穆斯林教徒的責任,堅守宗教的教義。
(1) Kisah yang mengingatkan kita akan kewajiban kita sebagai muslim, berpegang teguh dalam ajaran agama.

(2) Kejujuran adalah hal yang paling utama yang harus kita lakukan, dengan kejujuran kita akan di hormati dan juga di percaya sama orang-orang yang berada di sekitar kita, semoga artikel ini bisa menjadi contoh kepada kita dan juga teman-teman semua.

發表迴響

你的電子郵件位址並不會被公開。 必要欄位標記為 *