2020 Babak penyisihan

🇮🇩 Babak penyisihan 🇮🇩 Merajut Takdir / ETIK PURWANI Selendang Cinta dari Eropa / Mochamad Badowi Ada Cinta Dari Tongkat Lalin / Triana Perempuan Pengikat Kenangan / Loso Abdi Janji Dimasa Pandemi / Etik Nurhalimah PRASASTI CINTA / Umar Darmansyah Mengejar DNA / SUMAMI SRI PON DAN DONGENG YANG MUNGKIN SALAH / Sri 1672 / Yuli Riswati 📍 Daftar nominasi diurut berdasar pada waktu penyerahan hasil karya, bukan berdasarkan penilaian juri.📆 Pengumuman nama pemenang:8/10 🇹🇭 รอบคัดเลือก 🇹🇭 รักแท้ (Soul mate) / นายศักดิ์สิทธิ์ กุลวงษ์ เสียงหัวใจคนไกลบ้าน / อภิชาติ อาญาพยัคฆ์ เส้นทางชีวิต / อรพรรณ แก้วสม 📍 รายชื่อที่ผ่านการคัดเลือกรอบแรกเรียงตามลำดับเวลาที่ส่ง📆 ประกาศรายชื่อผู้ได้รับรางวัล:8/10 🇲🇲 ပထမဦးဆုံးရွေးချယ်မှု 🇲🇲 သမုဒယ အမော / 楊承明 (YANG CHENG MING) အိပ်မက်တွေ အတောင်စုံတဲ့နေ့ / မောင်ရဲဝင်အောင် ကမ္ဘာပျက်ခြင်း / သက်ပိုင်စိုး မေတ္တာဖြင့်မိုး နှလုံးသားနှင့်ကာ / ကြည်မြတ်မွန် အိပ်မက်မှသည် ရောင်ခြည်ဖြာသော နေ့ရက်များသို့ / မစိုးစိုးဟန်(劉麗君) ရွှေ့ပြောင်းအလုပ်သမားများရဲ့ခံစားချက် / သန်းကြည်မောင် 📍 ပထမအကြိမ်လက်ရွေးစင်စာရင်းသည်မှတ်ပုံတင်ချိန်အရစီခြင်းဖြစ်သည်။ အမှတ်နိမ့်မြင့်နှင့်မဆိုင်ပါ။ 📆 ဆုရနာမည်စာရင်း။ ။ 2020 ခုနှစ် သြဂုတ်လ 10 🇻🇳 Sơ tuyển 🇻🇳 TRUYỆN CỦA MỘC MIÊN / Nguyễn Thị Nhung Bước ngoặt cuộc đời tôi / Bùi Thị Thảo QUÊ BA QUÊ MẸ – Đối Thoại Thầy Trò / Nguyễn Công Hoàng VIẾT CHO EM ÚT – MỘT CẬU BÉ CHƯA TỪNG NẾM TRẢI / HUỲNH LÊ NHƯ THUẬN Tiếng chim hót trước nhà tang lễ / 武豔秋 Hai nụ cười / Vũ Văn Linh Read More …

SRI PON DAN DONGENG YANG MUNGKIN SALAH

🇮🇩 2020 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 SRI PON DAN DONGENG YANG MUNGKIN SALAH👤 Sri Dongeng ini adalah cerita di sebuah tempat yang kala itu semuanya masih dibalut warna hijau. Hutan jati masih hijau dengan kera menggelantung di dahan-dahannya, lalu tanaman di sawah yang bak permadani hijau dalam dongeng seribu satu malamnya Aladin. Lalu yang kuingat sekali adalah tai sapi dan kerbau yang berceceran di sepanjang jalan berkerikil yang waktu itu belum diaspal. Sapi dan kerbau akan merumput pada pagi buta sebelum mereka membajaak sawah. Percayalah bahwa bau tai sapi itu harum berbaur bau rumput liar dan semerbak embun kesiangan. Dan tempat itu bernama Puguh yang berarti teguh dalam bahasa Indonesianya. Dongeng itu bermula dari sana, dari bangunan rumah beratap rumbia dan berdinding bambu. Dari bau asap pawon yang menyeruak kala nasi ditanak. Lalu bau wangi air tanah yang langsung bisa direguk dari pancuran. Bau harmoni keluarga-keluarga sebelum adanya sebuah mimpi yang akan mengubah segalanya. Sri Pon lahir bukan di hari Pon tapi di hari Selasa Wage. Kenapa bernama Sri Pon karena dukun beranak yang membantu persalinan Pariyem emaknya Sri Pon bernama Poniyah. Jelas balas budi itu diutamakan di Puguh, maka bayi mungil yang menangis saat fajar itu bernama Sri Read More …

1672

🇮🇩 2020 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 1672👤 Yuli Riswati Apa yang terjadi padaku? Pada mulanya seperti sedang bersepeda menuruni lereng pegunungan sambil menikmati indahnya pemandangan alam. Roda sepedaku yang melaju cepat, mendadak menjadi berat, dan terhenti seketika. Membuatku kehilangan keseimbangan, terpelanting ke jurang, lalu hilang kesadaran. Ketika terjaga, aku sudah berada di dalam ruang berdinding batu yang tak terjangkau oleh sinar matahari juga waktu. Tiba-tiba bukan hanya hubunganku dengan dunia luar yang terputus, ikatan namaku dengan diriku sendiri pun pupus. Tak pernah tergambarkan, tak tertangkap oleh insting-insting peradaban yang menghidupkan nalar. Eksistensiku sebagai seorang manusia dalam sekejap berubah menjadi deretan angka: satu enam tujuh dua. “1672 Visit!” Aku bangkit dari duduk, berdiri tegak di depan pintu, tanganku merentang serupa tangan Yesus yang disalibkan. Kemudian seorang perempuan berseragam yang tangannya berbalut sarung tangan plastik sibuk meraba-raba sekujur badan juga lipatan dan saku bajuku. Mencari-cari sesuatu yang aku sendiri pun tak tahu apa itu. “Jalan!” Dengan tatapan tajam mengintimidasi, ia memintaku mengekor langkahnya. Melewati pintu, memasuki lift, turun ke lantai lain. Melewati pintu, menyusuri lorong sempit, berhenti, menunggu. Melewati pintu, menuruni tangga, berhenti, menyebutkan nomor identitas untuk dicatat petugas. Setelah melewati total 4 pintu besi yang kesemuanya ketika dibuka dan ditutup Read More …

Mengejar DNA

🇮🇩 2020 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 Mengejar DNA👤 SUMAMI Upacara kremasi jenazah Mama telah usai. Semua pelayat dan sahabat telah pergi. Yang tinggal hanya aroma dan kenangan indah tentangnya. Mama, wanita indah pemilik mata lotus dengan beribu kebeningannya yang ditinggalkan Tuhan dalam hidupku, kini telah pergi. Untuk selamanya. Sepulang dari rumah kremasi aku langsung menuju meja persembahyangan. Kutatap lekat foto Mama. Kepergian yang mendadak, Pada usianya yang belum terlalu senja. Tapi Tuhan telah mengambilnya. “Andi, bakarlah dupa untuk Mama,” Ujar Papa yang mendekati meja sembahyangan dengan suara parau. “Iya Pa.” Jawabku singkat. Selanjutnya aku mengambil tiga tangkai dupa. Kunyalakan dan menancapkannya pada cawan tepat berada didepan foto Mama. Tiga titik api mengeluarkan asap tipis. Harumnya menyebar bersama doa-doa. Doa yang kami harapkan dapat sampai pada pintu Nirwana. Doa yang kami harapkan dapat membersamainya. “Andi, kemarilah.” Kembali terdengar suara Papa masih parau. Aku menghampirinya. “Ada apa, Pa, tanyaku sambil mengambil duduk di hadapannya. Papa menduduki kursi rotan tempat biasa Mama bersantai dengan posisi menghadap ranjang. Aku mengambil duduk di tepian ranjang. Papa meraih telapak tanganku dan mengelusnya. Hal itu biasa dilakukan sejak aku kecil. Ia menghela napas. Terasa begitu berat. “ Ada apa Pa,” tanyaku kembali. “Sepertinya ada yang ingin Read More …

PRASASTI CINTA

🇮🇩 2020 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 PRASASTI CINTA👤 Umar Darmansyah Hingga tirai malam tersingkap oleh goresan cerahnya putik fajar. Aku sang Ksatria rapuh masih tertunduk lesu di sudut tersempit dalam alur kehidupan. Brokehhome, cemoohan, dan Tali asmaraku yg patah karena wanita sang pujaan hati melacurkan CINTAnya kepada kedudukan dan harta . Tidak ada yg bisa aku katakan,Tidak ada yg bisa aku lakukan..Semesta seolah berkata bahwa aku hanyalah seorang PECUNDANG!!! Tepat dua bulan sudah sejarah kelam itu berlalu, yang masih melekat erat dalam ingatanku. betapa dalamnya aku tenggelam dalam rentetan peluru kesedihan maha dahsyat, yang menghujam dan memporak porandakan damainya relung di sanubariku. Pintu survive adalah satu-satunya sasaran terbaik, sebagai gerbang untuk menuju perubahan arah haluan dari getirnya perjalanan nasib kehidupan. Ku kecap segala cara untuk memastikan, bahwa biar bagaimanapun dan sehina apapun, aku “SATRIO” adalah bagian dari hiruk pikuknya peradaban dunia, yang setiap jengkal perjalanannya penuh dengan sejarah yang seharusnya membuatku merasa bangga. Demi drama masa lalu yang luluh lantaknya menghinakan kegagahanku. Ku kenakan jubah perjuanganku, ku nyalakan kobaran mahkota api ambisi dan mulai mengendarai badai-badai kelam di hidupku ini. mencoba mengendalikan situasi dengan rangkaian tali-tali asmara yang patah sebagai kemudinya. Dengan tekad yang sempurna membulat, ku jejaki segala Read More …

Janji Dimasa Pandemi

🇮🇩 2020 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 Janji Dimasa Pandemi👤 Etik Nurhalimah “Kapan pulang? Apa ndak kangen sama anak dan keluarga? Apa ndak kepingin menikah? Atau pulang sudah bawa suami?” Pertanyaan tersebut kerap sekali dilontarkan oleh teman-teman atau pun tetangga di kampung halaman, saat berkomunikasi di media sosial atau sekadar bertegur sapa denganku. Mereka mengira orang yang bertahun-tahun di negeri orang sudah mati rasa sehingga tidak memiliki hasrat hidup bersama dengan keluarga di Indonesia. Brakk! … Lamunanku terjaga saat mendengar Ken menangis karena terjatuh. Bocah kecil berumur delapan tahun tersebut, selalu mengingatkanku pada Damar ̶ buah hati yang kutinggalkan sejak umur dua tahun dan kini telah duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar (SD). “Lain kali jangan naik kursi, Ken! Kalau mau ambil sesuatu bilang saja, pasti aku akan mengambilkannya untukmu,” ucapku pada Ken, sambil menenangkannya agar tidak terus menangis. Ken adalah buyut nenek dari anak ketiga, setiap akhir pekan ia datang kemari untuk mengunjungi aca dan aco [1]. Tadi ia dititipkan padaku, karena ibunya mengantar nenek ke salon untuk cuci rambut. Melihat Ken, sama halnya melihat sosok Damar, karena perawakan dan umur mereka sama persis. Hanya yang membedakan Ken berkulit putih dengan bermata sipit dan berambut cokelat. Sedangkan Damar Read More …

Perempuan Pengikat Kenangan

🇮🇩 2020 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 Perempuan Pengikat Kenangan👤 Loso Abdi Musim semi 2004, Musim semi kali ini, bunga-bunga mekar lebih banyak. Menyembul dari sela-sela rekahan tanah, di bawah pokok-pokok perdu, di dinding-dinding samping rumah. Semuanya berwarna meriah, merah-putih-kuning-ungu. Pohon-pohon randu juga telah menjatuhkan habis daun-daun, mengisi seluruh dahan dengan bunga-bunga kuning cerah. Musim semi ini juga, Kartini harus pulang. Ia harus meninggalkan Xiao Mei, bocah yang telah diasuhnya selama tiga tahun. Ada sedih yang menusuk-nusuk jantung Kartini, kesedihan yang sama seperti yang ia rasakan tiga tahun lalu saat akan berangkat ke Taiwan. Sementara bagi Xiao Mei, ia belum benar-benar mengerti apa yang terjadi. Bagi bocah enam tahun itu, Kartini hanya akan pergi sebentar ke pasar, lalu akan segera kembali pulang padanya. Pagi itu, di pertengahan musim semi yang penuh warna, Kartini pergi dengan hati yang hancur. Sementara Xiao Mei melepas Kartini dengan sebuah harapan, bahwa Kartini akan pulang dengan membawa satu kotak es krim untuknya, seperti biasanya. *** Mei 2015, Gadis tujuh belas tahun itu duduk menghadap rumpun Petunia ungu. Matanya menerawang jauh ke angkasa, mencoba mencari sesuatu di gumpalan-gumpalan awan. Namun, hingga gumpalan-gumpalan awan itu menghilang, berganti dengan mendung yang hitam, gadis itu tak menemukan apa yang Read More …

Ada Cinta Dari Tongkat Lalin

🇮🇩 2020 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 Ada Cinta Dari Tongkat Lalin👤 Triana Kuceritakan kisah ini, agar aku, kamu dan kita mengingat lagi bahwa hidup bukan hanya tentang berjuang tetapi terkadang hidup adalah bagaimana caranya kita bisa bertahan. *** Aku, Nenek dan Parkiran Siang ini, panas sekali. Suatu siang di awal bulan Mei. Di tengah pandemi Covid-19, matahari mulai memancarkan sinarnya yang membakar, membuat orang-orang semakin enggan keluar. Old Street (Jalan Tua) di daerah Taoyuan yang tepat berada tidak jauh dari rumah majikanku pun kena imbas pandemi Covid-19 ini karena biasanya hari Sabtu dan Minggu akan rame pengunjung kini hanya beberapa orang saja yang datang. Beberapa bulan telah berlalu semenjak aku mulai membenci hari libur Taiwan, terkhusus hari Sabtu dan Minggu hingga akhirnya aku terbiasa juga. Terbiasa berdiri di pinggir jalan ini, terbiasa berteriak pada mobil-mobil yang lewat, terbiasa melempar senyum paksaan, terbiasa membungkukkan badan sebagai rasa terima kasih pada pemilik mobil-mobil yang telah mau memarkirkan mobilnya. Aku mulai terbiasa dari hujan gerimis, dari dingin dan sekarang dari terik matahari dan aku mulai terbiasa memainkan tongkat lalin (tongkat lampu parkir). Kutatap jalanan sepi. Matahari yang semakin tinggi tak dihiraukan lagi, demi senyum nenek, demi 100 NT, aku tetap berdiri di Read More …

Selendang Cinta dari Eropa

🇮🇩 2020 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 Selendang Cinta dari Eropa👤 Mochamad Badowi Namaku Zulfa Mazida, sejak kecil hingga sekarang orang-orang memanggilku Zui. Aku adalah co-founder perusahaan start-up di Kota Malang. Andika, Rinda, dan Aku sudah empat tahun mendirikan marketplace yang menghubungkan para petani dengan konsumen langsung. Petani bisa post dan update hasil tanaman mereka sampai masa panen dan konsumen dapat melihat detail produk yang mereka butuhkan. Kami sudah bekerjasama dengan beberapa Restoran, Kafe, dan Hotel di seluruh Indonesia. Selama 4 tahun ini aku hampir tidak ada waktu selain bekerja keras untuk mengembangkan perusahaan. Sore ini, suasana kota Malang begitu sejuk setelah turun gerimis. Aku dan timku baru saja selesai meeting dengan calon mitra di Kafe Madame Wang Secret Garden. Setelah mereka pulang, aku memutuskan untuk santai sejenak menikmati hidangan Lasagna dan Jasmine Tea di bawah kebun anggur yang sedang berbuah. Kafe ini memiliki konsep perpaduan kebun dan vintage, alunan instrumen biola khas Eropa juga menambah suasana sangat homey sekali. Pandanganku tertuju pada sisi pojok kafe, ada sebuah instalasi rumah kaca di kelilingi pohon pakis yang lebat dengan beberapa tumbuhan gantung bernuansa hijau. Aku segera mengambil hand phone, lalu mengabadikannya dalam stories Instagram dan segera aku beralih ke laptop menuntaskan Read More …

Merajut Takdir

🇮🇩 2020 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 Merajut Takdir👤 ETIK PURWANI Terjadi tengah malam ketika Ika mengguncang bahuku. Deru napasnya yang hangat dan berbau menempel di telinga, “Etik, bangun. Etik bangunlah. Bantu aku melarikan diri dari sini.” “Ika, ini masih tengah malam. Kamu mengigau, ya? Tidurlah lagi, besok kita bangun jam empat pagi.” Aku menggumam tanpa membuka mata. Badanku masih terasa pegal seluruhnya. “Etik, aku harus kabur dari sini sekarang. Harus sekarang. Kalau kamu tidak mau membantu, ya sudah, besok kamu lihat aku sudah mati.” bisik Ika lagi. Aku seperti mendengar rentetan peluru ditembakkan persis di telingaku. Aku terduduk seketika. Dalam remang-remang aku melihat mata bulat Ika berkilat-kilat. Ika tidak main-main dengan kata-katanya. “Ika, tolong jangan seperti ini. Kita akan temukan caranya. Bukan sekarang, bersabarlah. Nyawa kita hanya satu, jangan terburu-buru.” dengan berbisik aku mencoba memadamkan kilat di mata Ika. Dia baru datang di penampungan ini dua minggu yang lalu, setelah aku hampir sebulan lamanya di sini. Ika dan aku begitu saja jadi seperti saudara. Ika empat tahun lebih tua dariku, dua puluh dua tahun umurnya. Sebelum sampai di penampungan para calon TKW ini, Ika adalah mahasiswa sebuah akademi bahasa asing di Jakarta. Kuliahnya terlunta-lunta karena selama menempuh pendidikan ia Read More …