Untuk Sebuah Keajaiban

🇮🇩 2019 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 Untuk Sebuah Keajaiban👤 Diana Prabandari Langit terlihat abu-abu, saat aku memasuki halaman rumah keluarga Tang di daerah Taipo. Sebuah bangunan besar bertingkat tiga berdiri di atas pekarangan yang tak terawat dengan baik. Sebagian catnya telah kusam dan mengelupas. Bunga dalam pot-pot itu telah banyak yang layu. Dedaunannya yang mengering, jatuh berserak dihempas angin. Semua nampak gersang. Sepertinya, sang pemilik tak memberinya cukup air. Hingga membuat mereka mati dan tak bersemi lagi. Sejenak, Aku melirik ke sekeliling. Sungguh, seperti tak ada kehidupan yang baik di tempat ini. “Inah, cepat ke sini!” seru Wina dari kejauhan. Aku terhenyak dari lamunanku. Mengangguk dan bergegas, mempercepat langkahku menghampiri Wina yang saat ini tengah berbicara dengan perempuan berwajah oriental dengan balutan cardigan di teras rumah. Ya, dialah Nyonya Tang. Seorang single parent1 yang akan menjadi majikan pertamaku di negeri Bahuinia, Hong Kong. Sebelum sampai ke rumah ini, Wina telah memperlihatkan fotonya padaku dan tugas apa saja yang harus kulakukan. Semua telah kucatat dengan baik diingatan. Aku tak ingin mengecewakan karib yang telah memperkenalkanku padanya. “Kau harus merawat anaknya dengan baik. Dia adalah putra tunggal di keluarga mereka. Nanti akan ada banyak bonus yang bisa kau terima jika mereka Read More …

Dua Malaikat Tak Bersayap

🇮🇩 2019 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 Dua Malaikat Tak Bersayap👤 Susanawati Aku acapkali membayangkan jika hidup adalah sebuah sungai dengan aliran airnya yang jernih. Terdapat banyak ikan kecil, bebatuan dan beragam tumbuhan air yang tumbuh subur di sekelilingnya. Juga pohon-pohon rindang yang memberikan rasa nyaman dan tenang ketika berteduh di bawahnya. Aku seringkali lupa, jika terkadang hujan deras turun dan menyebabkan air sungai meluap. Menggenangi area di sepanjang alirannya bahkan menyebabkan banjir yang meninggalkan derita berkepanjangan. Namun, analogi hidup bak sungai dengan aliran air yang jernih dan mampu menjadi sumber kehidupan bagi siapa saja, menguatkanku untuk bertahan dalam kondisi seburuk apapun. Menghadapi rasa sakit yang kerap datang tanpa diundang. Menangkal rasa perih dan pedih karena kerinduan pada emak tercinta. Sosok penuh kasih yang telah mengabdikan seluruh hidup demi kebahagiaan ke-empat anaknya. Awal kepergianku ke negeri Beton pada Mei 2005 silam, karena paksaan nasib dan kondisi perekonomian keluarga yang carut marut. Aku yang sejak kecil hidup bergelimang kasih sayang dan materi dari orang tua, tak pernah membayangkan jika hidup akan berkelok-kelok, menanjak bahkan adakalanya terjun bebas. Perpisahan kedua orang tua ketika aku masih SD, seolah menjadi godam yang meluluhlantakkan duniaku. Kedua orang tuaku berpisah bukan karena perceraian. Melainkan demi kesembuhan Read More …

LIYAN

🇮🇩 2019 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 LIYAN👤 Yuli Riswati Tidak mudah menjadi perempuan. Apalagi menjadi perempuan yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga migran. Perempuan yang harus hidup sebagai “liyan”. Sudah tersisih dan tertindih oleh beban kehidupan tapi masih harus digiring takdir untuk menghadapi realita keterbelengguan: bahwa dirinya bukan miliknya: bahwa dia ada tapi keberadaannya tak dianggap ada. Begitulah nasib yang harus kuterima sebagai suratan. Di rumah majikan, meski aku orang baru, aku dituntut untuk menjadi yang paling tahu letak semua barang sekaligus kebutuhan masing-masing anggota keluarga. Bahkan mesti memahami karakter juga perasaan masing-masing dari mereka. Sebaliknya, berapa lama pun aku tinggal dan berada di antara mereka, aku tetap bukan apa-apa, bukan siapa-siapa. “Rubi! Di mana kaos kakiku yang berwarna hitam?” Seperti biasa suara nonaku yang usianya sudah 23 tahun terdengar berteriak menanyakan ini dan itu sebelum berangkat ke kantor. “Di laci lemari bagian bawah! Di tempat biasanya.” Aku menjawab tanpa beranjak dari dapur. Tanganku masih penuh busa sabun, kegiatanku mencuci peralatan sarapan belum selesai. “Rubi, nanti anakku dan cucuku makan malam di sini, kamu belanja untuk mereka. Jangan lupa beli daging babi untuk sup, telur dimasak bumbu tomat, ikan tenggiri dan kentang untuk digoreng. Cucuku suka kentang goreng!” Nenek Read More …

Pada Rindu di Bulan Desember

🇮🇩 2019 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 Pada Rindu di Bulan Desember👤 Amini Akhir tahun aku akan pulang Mak! Sesuai janjiku dulu yang disaksikan pohon jati tua kita yang tegap dan teduh di awal kemarau tiga tahun lalu. Pohon jati yang dulu kita tanam berdua ketika aku masih bocahmu yang ingusan, saat itu punggung-punggung kita bersandar di pohon jati itu. Sembari kau usap punggung-punggung jari tanganku, katamu hidup kita seperti pohon jati itu yang akan meranggas di musim kemarau dan kembali bersemi di musim laboh. Sesekali habis daunnya dimakan ungker sebelum gugur, tetapi tetap tegak berdiri meskipun panas di daratan kapur yang kita tinggali kesulitan air setiap tahun. Dan apapun yang terucap darimu seperti mantra ajaib yang membuat pohon jati itu tetap kokoh hingga sekarang, begitupun kepadaku. Sewaktu Desember itu rumah kita sudah seperti bangunan tua yang siap binasa, hujan mengguyurnya tiap hari. Dan kenangan kau yang mengajariku abc terngiang hingga kini. Kau yang kutahu belakangan tak pernah mendapat pendidikan formal namun entah dari mana kepintaranmu itu berasal. Pohon jati itu juga menjadi saksi bagaimana bapak yang bangga terhadap aku anak perempuan satu-satunya dibanding kedua adik laki-lakiku, juga saksi riwayat hidup simbah sebagai penjual kayu bakar sampai titik terakhir kehidupannya. Read More …

Maafkan Anakmu Ayah

🇮🇩 2019 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 Maafkan Anakmu Ayah👤 Didit 📝 Komentar juri|Brigitta Isabella Naskah ini penting karena merupakan suara migran yang terjerat di balik jeruji penjara Taipei. Menariknya, naskah ini tidak berlarut-larut dalam kesedihan atau penyesalan. Penulis justru menceritakan kisah persahabatan antar narapidana, tentang kebersamaan dan belas kasih yang dimiliki mereka yang terus berusaha mempertahankan kemanusiaannya dari balik jeruji penjara. Tata bahasanya baik, alur gagasannya jelas dan runut. Naskah ini menunjukkan bagaimana menulis dapat menjadi media reflektif yang membebaskan jiwa. 📝 Komentar juri|Raudal Tanjung Banua Cerpen yang dibuat secara tulis tangan ini berhasil membangun suasana kehidupan orang di penjara. Pembukaan cerpen langsung menyedot perhatian, dengan gambaran suasana yang kuat, membuat citraan alam sebagai citraan batin pelaku. Kehidupan yang penuh keterhimpitan, rindu kebebasan, terutama setelah mendengar ayahndanya meninggal dunia. Ia yang semula sangat ingin membahagiakan ayahnya (juga ibunya) yang hidup melarat, ternyata tak berdaya sebab di Taiwan ia mengalami sebuah kasus yang mengantarnya ke penjara. Tidak disebutkan secara tegas kasus yang melilitnya, namun samar-samar dapat diketahui bahwa kemungkinan ia berkelahi atau membunuh rekan atau kapten kapal tempatnya bekerja. Sebab tak menjalani apa yang dinasehati ayahndanya untuk bersabar menghadapi cobaan dan jangan penuh murka dan amarah. Keterhimputan penjara dihadirkan dengan Read More …

Dugaan Seorang Kakek Berhati Emas

🇮🇩 2019 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 Dugaan Seorang Kakek Berhati Emas👤 Diani Anggarawati “Dia terjatuh di kamar mandi. Lalu pingsan dan koma selama dua hari. Begitu ia tersadar, namamulah yang ia cari. Jadi, kapan kau akan ke Hong Kong? Kungkung (1)sangat berharap kau kembali ke sini.” Pesan singkat dari Atin, perawat kungkung di Hongkong kubaca berulang kali. Aku tidak bisa mempercayai atau aku memang tidak siap atas apa yang diucapkannya. Pesan singkat itu berdengung di kepala, juga di dada. Sampai akhirnya, ama memanggilku dari dapur. Aku mendapatinya sedang mengaduk masakan dengan aroma menguar ke seluruh ruangan. Kulihat di wajan ada kapulaga, daun kari, dan kembang lawang. kemudian satu tangannya meraih daging sapi yang sejak siang sudah kurebus dengan panci presto. Aku berdiri di sampingnya, dengan maksud ingin meneruskan masakan, tapi dia menolak dengan satu tangan terangkat persis di depanku. Dia membalikkan badan dengan cepat, lalu mengambil bubuk jintan, bubuk kunyit yang berjejer rapi di rak bumbu. Satu botol kecil terjatuh oleh karena terkena tangannya, dan aku segera memungut. Dengan cepat dituangkan kedua bubuk rempah tersebut. Kemudian, tangannya meraih beberapa sendok curry powder yang sejak mula sudah kusiapkan di meja. Tangannya mengaduk kembali. Diusapnya peluh dengan punggung tangan. Dia tampak Read More …

Elegi Ambarwati

🥉 優選 Choice Award 📜 Elegi Ambarwati👤 ETIK PURWANI Akan aku ceritakan kisah tentang seorang temanku kepadamu. Aku memberitahumu agar engkau berpikir adil bila engkau menjumpai temanku itu di mana saja di hutan belantara beton di negara Hong Kong. Di akhir kisah ini engkau akan mengerti bahwa negara yang penuh oleh gemerlap lampu dari rimbunan gedung-gedung yang semacam surga bagi sebagian orang, di sisi yang lain tak ubahnya neraka bagi orang semacam sahabatku. Sahabatku itu bernama Ambarwati. Aku dan Ambar berteman sejak kecil. Usianya tiga bulan lebih muda dariku. Ambar kecil adalah seorang anak gadis yang sangat cantik. Matanya kecil bening, hidungnya mancung wajar, bibirnya tebal berisi; selalu merah. Kulit Ambar kuning buah duku, rambutnya hitam tebal bergelombang.Ambar tidak pernah mempunyai ayah. Dahulu ibunya adalah seorang perantau di Malaysia. Ibunya tidak berhasil pulang membawa uang seperti orang-orang, hanya membawa Ambar yang masih di dalam kandungan. Setelah Ambar lahir, ibunya pergi lagi meninggalkan bayi Ambar pada pengasuhan neneknya. Ibu Ambar tidak pernah kembali sampai sekarang. Sejak kecil Ambar hidup susah. Nenek Supi, nenek Ambar, hanyalah seorang ngasak. Pekerjaan nenek Ambar hanyalah mencari-cari sisa-sisa hasil panen yang tertinggal di sawah-sawah orang. Nenek Ambar memilliki dua anak; ibu Ambar dan paman Ambar yang pekerjaan Read More …

NENEK LEE

🇮🇩 2019 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 NENEK LEE👤 Susiati November 2017 adalah bulan di mana aku bertemu Nenek Lee. Wanita tua berusia 90 tahun ini terbaring tak berdaya di Taoyuan Veteran Hospital, atau tepatnya di No. 1492, Zhongshan Road, Taoyuan District, Taoyuan City, 330. Nenek Lee adalah pasien yang harus kujaga selama di Taiwan untuk tiga tahun ke depan. Meskipun ini adalah kontrak kerjaku kedua kalinya di tempat yang berbeda, tetap ada rasa gugup ketika aku bertemu majikan baruku. Pertama kali melihat Nenek Lee aku merasa takut namun juga iba, aku seperti melihat ikatan batin yang sangat kuat antara aku dan Nenek Lee. Agencyku, Miss Wang menjelaskan tugasku selama menjadi perawat Nenek Lee. Nenek Lee masih bisa tersenyum dengan jari jemarinya dikaitkan di tanganku. Nenek Lee tinggal di Daerah Huaxun, Zhongli.Di rumah Nenek Lee ini hanya ada dua orang, yaitu aku dan Nenek Lee sendiri. Suaminya meninggal 5 tahun lalu. Kedua anaknya semua lelaki, aku memanggilnya kakak pertama dan kakak kedua. Kakak pertama tinggal di nanpu atau wilayah Taiwan selatan. Tepatnya di Taitung. Kakak kedua lumayan dekat dari Zhongli, yaitu di Hsincu. Namun, entah mengapa mereka kurang peduli dengan Nenek Lee. Aku tahu Nenek Lee menderita penyakit Alzheimer. Penyakit Read More …

Setangkup Asa di Langit Formosa

🇮🇩 2019 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 Setangkup Asa di Langit Formosa👤 Etik Nurhalimah Malam semakin larut, hawa dingin membungkus daerah Tamsui. Jaket tebal yang kukenakan tak mampu melawan rasa gigil yang kian menggigit kulit. Aku menggelung diri ke dalam selimut tebal. Mengempaskan lelah setelah seharian bergelut dengan pekerjaan. “Ais, aku mau ke toilet,” pinta nenek yang tidur di ranjang sebelahku. Belumlah mata ini terpejam, nenek kembali terbangun meminta ingin buang air kecil. Setiap malam ia bisa terjaga dua hingga tiga kali. Membuat kepalaku pusing saat bangun di pagi hari. Sebenarnya nyonya menyarankan untuk memakai pampers, tetapi nenek merasa tidak nyaman. Akhirnya saran nyonya terbantahkan. **“Setelah sarapan, jangan lupa ajak nenek berjemur matahari dan jalan-jalan ke taman! Hari ini cuaca cukup hangat, temperature meninggi dan angin tidak kencang,” ucap nyonya setelah mencecap tandas quaker di mangkuknya. Ini adalah Minggu ke dua, jatahku berada di rumah Nyonya Chan , menantu pertama nenek yang tinggal di daerah Tamsui. Wanita paruh baya dengan rambut sebahu inilah yang bertanda tangan di atas selembar kertas kontrak kerjaku. Namun, setiap dua minggu, kami berpindah tempat di rumah anak-anak nenek yang lain. Bergilir. Alasannya agar semua merasakan bagaimana mengurusi orang tua. Keadaan ini membuatku tidak nyaman. Harus Read More …

Kisah Para Pengantin

🇮🇩 2019 Babak penyisihan 印尼文初選 🇮🇩 📜 Kisah Para Pengantin👤 Loso Abdi Musim dingin 2016, pertama kalinya aku menginjakkan kaki di大雪山 di District Dongshi. Bus kecil yang kunaiki dari Stasiun Dongshi penuh sesak. Beberapa orang, termasuk aku tak mendapat tempat duduk. Sebenarnya aku datang paling awal, mendapat antrian paling depan, tapi ternyata hampir seluruh penumpang bus hari itu adalah para lansia, maka aku harus memberikan tempat duduk bagi mereka.Aku memakan nasi kepal berisi sayur kering dan telur dadar serta abon ikan yang kubeli di depan Stasiun, ketika bus mulai berjalan meninggalkan kota Dongshi. Teh panas yang kubawa dari asrama, cukup bisa mengusir hawa dingin yang memenuhi bus. Meninggalkan kota, jalur bus semakin menanjak. Kanan kiri jalan seluruhnya berupa lembah-lembah dengan tanaman buah jeruk, kiwi dan anggur. Pemandangan yang tak pernah kutemui di kampungku. Mataku enggan berkedip, takut terlewatkan pemandangan indah itu.Perempuan tua yang kuberi tempat duduk, yang kutaksir usianya sekitar 65 tahunan, menyentuh bahuku, menawariku kembang gula. “Ambillah! Kamu mau kemana? Mau naik gunung juga?” suaranya renyah.“Terima kasih, Bibi,” aku tersenyum lebar. “Iya, saya akan naik gunung, apakah Bibi juga akan naik gunung?” lanjutku balas bertanya.“Iya, kami juga akan naik gunung, kalau begitu nanti kamu ikut dengan kami saja, biar Read More …