Mencintai perbedaan

 2018 Babak penyisihan 印尼文初選   📜 Mencintai perbedaan 👤 Mufidatul khasanah   Berbeda itu menyenangkan Berbeda itu indah Kita berbeda kita bahagia Kenapa harus sama jika dengan berbeda mampu mendamaikan dunia Ach.. Abaikan mereka para penguasa yang rakus akan kekuasaan Mereka benci dengan perbedaan. mangadu domba mereka yang berbeda.itu cara licik yang mereka punya untuk menghancurkan dunia. Dunia akan indah dan berwarna dengan perbedaan. Aku mencintai perbedaan Aku,kamu dan mereka kita berbeda Tapi kita bahagia… 📝 Komentar juri|Anwar Sastro Maruf Puisi ini sangat sederhana, sesuai dengan realitas sosial dan mendalam maknanya. Disaat dunia sedang diadu domba baik secara ras, suku, etnis, religi, budaya, ekonomi, politik dan seterusnya. Seperti munculnya teroris, peredaran narkotika dll. Konflik horizontal sengaja didesign atau diciptakan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu. Semua ingin bahagia tetapi belum tentu ingin bahagia bersama-sama. Ajakan untuk bersama-sama bahagia, tentu harus dengan jujur, adil dan logik atau masuk akal.

Rumah Jiwa

 2018 Babak penyisihan 印尼文初選   📜 Rumah Jiwa 👤 Andri Setyowati   Aku ingin terus di sini, mengantarkan mereka, mendampingi jiwa-jiwa yang kesepian dan lupa arah berpulang agar mereka tak lagi merasa sendiri dan tidak berharga. Agar mereka tau harapan yang sudah hilang dapat mereka temukan lagi, menutup mata terakhir mereka di dekat orang-orang yang menyayangi mereka. Dan aku ingin menjadi salah satunya, jika tidak ada lainnya yang mengantarkan mereka berpulang dengan pelukan cinta. Rumah Jiwa. *** Di akhir September 2015 lalu, untuk kali pertama aku berkesempatan menginjakkan kaki di Negara yang mendapatkan julukan “Heart of Asia” sebagai seorang Care giver dan perawat, Tenaga Kerja Indonesia di sebuah Rumah Sakit / Panti Gerontik (pasien khusus lansia). Di 23 tahun aku memutuskan untuk merantau ke belahan dunia yang lain, belajar mandiri, bertanggung jawab atas diriku sendiri dan belajar beradaptasi dengan lingkungan yang serba baru. Selain belajar tentang perawatan medis dan kejiwaan di tanah Formosa ini, yang tidak akan pernah terlupakan adalah saat aku menemukan titik balik kehidupanku yang kedua. Sebuah titik yang membuka jalan pikiranku yang terlalu idealis dan hati yang terlalu angkuh. Di atas gedung berlantai delapan ini, kehidupan baruku dimulai. Dengan semua keberagaman yang sebelumnya belum pernah aku cicipi. Bahasa Read More …

人力儲備中心裡的人們 Orang-orang Penampungan

優選 Choice Award 📜 人力儲備中心裡的人們  Orang-orang Penampungan 👤 pratiwi wulansari   Jika suatu hari kau dapati sebuah bangunan berdiri megah, berpagar tinggi sekali dan nyaris tiap hari terkunci. Itulah penampungan. Kau bisa menegaskan hal itu dengan melihat banyaknya kantung sampah yang dimuntahkan pintu gerbang setiap paginya. Wajah-wajah kuyu perempuan usia tengah dua puluhan hingga empat puluhan yang mengulurkan kantong-kantong itu kepada tukang sampah. Berganti-ganti tiap pagi. Seperti absensi tak resmi. Sebagaimana kutanamkan di benakmu bayangan penampungan. Begitulah gambaran tempat Jumilah sekarang. Sebenarnya ada nama yang lebih formal dan manusiawi untuk menyebut tempat macam itu sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia: Balai Latihan Keterampilan. Sayang. Dalam praktiknya, tempat itu tak jauh berbeda sebagai tempat untuk menampung calon tenaga kerja wanita belaka. *** Bunyi cenggeret yang didengar Jumilah malam ini membuatnya tak bisa tidur. Meskipun pintu teralis lapis dua yang menghalanginya menatap dunia luar selama nyaris tiga bulan di penampungan, juga sering membuatnya tidak lelap dalam tidur. Padahal bukan hanya Jumilah yang terbelenggu sementara waktu di tempat itu. Ada puluhan perempuan lain yang kini sedang membenar-benarkan tidurnya di atas selembar matras tipis. Ranjang-ranjang susun yang dijajar berdempetan dalam satu ruang. “Kalau lewat PT-ku prosesmu bakal cepat, Jum. Aku jamin kamu akan betah tinggal Read More …

KISAHKU BMI DI LAS VEGAS ASIA

 2018 Babak penyisihan 印尼文初選   📜 KISAHKU BMI DI LAS VEGAS ASIA 👤 WARIYANTI   7 tahun 3 bulan aku berada di Makau untuk bekerja, awalnya tidak ada keinginan untuk tinggal atau kerja disini. Berawal dari kerja di Hongkong kemudian di interminit di kontrak ke-2 ku yang sudah berjalan 1 tahun, karena kakek yang aku jaga meninggal. Agen membawaku ke Makau. Dipenampungan untuk menunggu visa tak banyak kegiatan yang bisa dilakukan dan kebetulan tempatnya fasilitas memadai atau nyaman daripada tempat lain baik makanan dan tempat tinggalnya. Ketika sudah 3 minggu aku di Makau tiba-tiba aku dikabari bila majikan yang sudah bersedia mempekerjakan aku teryata di batalkan oleh agen Hongkong. Kalut , resah apalagi kondisi keuangan semakin menipis karena tidak ada pemasukan. Karena kalut yang berkempanjangan akhirnya aku memilih kabur dari tempat penampungan agen ini. Dengan modal tekat walaupun tidak tahu Makau bagaimana akhirnya dengan sisa uang yang ada aku kost di tempat kawan yang ku kenal dibunderan Sam can tang ( tempat buruh migran Indonesia berkumpul ). Menjalani hari dengan masuk agen keluar kantor agen untuk cari pekerjaan , keterpaksaan mengambil keputusan tidak kembali ke Hongkong lagi harus ku ambil. Memulai dari menerima majikan dengan masa percobaan , majikan pertama adalah Read More …

I’ Ce Cream

 2018 Babak penyisihan 印尼文初選   📜 I’ Ce Cream 👤 Suliani   Aku tahu, hidup bukanlah tentang menunggu badai berlalu, bahwa hidup adalah bagaimana kita menari ditengah badai itu, Namaku Annie, ini tentang sebuah kisah di masa lalu. Taiwan , Mioli shien sembilan februari dua ribu lima, semua kenangan yang terjadi waktu itu masih terukir jelas dianganku, teramat sangat jelas. Pengalaman dimana pertama kalinya aku menginjakan kaki di negeri asing yang mengasingkanku. Pengalaman dimana setelah beberapa hari tepatnya tiga belas februari sahabat kecilku pergi untuk selamanya. Pengalaman pertama kali aku membalut kesedihan dalam kesendirian. Tidak ada seseorang untuk berbagi, tidak ada seseorang menemani dalam kesedihan yang mendalam. Aku sangat asing dan terasingkan. Bagaimana mau berbagi?, jika bahasa orang orang asing itu sama sekali tidak aku mengerti. Mengikuti pelatihan bahasa selama satu bulan di Indonesia, ternyata sama sekali belum cukup. Satu-satu nya orang Indonesia yang ku kenal, selalu berkata (“kau datang untuk bekerja, banyak-banyak mendengarkan dan lakukan perintah. Jangan mengacau dengan masalahmu.”) “Dia sudah terlalu lama di Taiwan, dia lupa adat istiadat indonesia, jangan mengeluh padanya” bisik perempuan yang senasib denganku, ia duduk dikursi bagian ujung, buru-buru menggeser tubuh hanya untuk memberitahuku. “Mbak itu,” lanjutnya sembari menunjuk pada seorang perempuan berambut merah, Read More …

MATRYOSHKA

 2018 Babak penyisihan 印尼文初選   📜 MATRYOSHKA 👤 Novia Dhama Yanti   Aku ingin kau punya tujuh lapis nyawa seperti matriyoskha. Setidaknya buktikan bahwa dongengmu bukan hanya isapan jempol lelaki tua yang malang. Bahwa matryoshkamu yang memenuhi lemari kaca benar-benar punya tujuh lapis nyawa. Pneumonia, kalau aku tidak salah mengeja nama penyakit itu yang telah menempatkanmu sama seperti koleksi matryoshka. Dalam kotak kaca besar terpenjara. Seorang diri terasing dan terpajang tak berdaya. Hanya dari kejauhan kusaksikan alunan nafasmu yang berat dan detak-detik alat-alat medis yang serupa robot raksasa dengan kabel-kabel panjang bersliweran mengelilingimu. Sungguh menyeramkan. Pak tuaku yang malang. Sejak pagi aku hanya berdiri memandangimu dari luar kaca. Menguatkanmu dalam doa-doa panjangku. Sungguh aku ingin kau segera mencabut selang-selang menakutkan itu dan kembali ke rumah bersamaku untuk mendongeng lagi tentang matryoshka yang punya tujuh nyawa. Namun sudah hampir seratus hari lamanya kau tertahan di kotak kaca. Tanpa bangun, tanpa tidur, tanpa hidup namun belum mati. “Kau tau Mey kenapa matryoshka punya tujuh lapis boneka lain di dalamnya?” katamu bangga waktu itu sambil memamerkan boneka baru berwarna merah pemberian Mr Fang yang baru pulang pelesir dari Moskhwa. “Tidak tahu. Setahuku memang matryoshka bentuknya memang seperti itu,” jawabku. Pak tuaku tersenyum samar, tarikan Read More …

關於愛 TENTANG CINTA

首獎 First Prize 🏅青少年評審獎 Teen Choice Award 📜關於愛 TENTANG CINTA 👤 Loso Abdi Kutatap matanya-yang sebening kaca, indah dan memancarkan sinar. Dan selalunya begitu, dia, pemilik mata indah itu, akan segera memeluk leherku lalu menghujani seluruh wajahku dengan ciuman. Dan kami akan tertawa bersama. Tapi tak seperti biasanya, kali ini aku tertawa lama sekali, aku masih tertawa ketika pemilik mata indah itu sudah melepaskan pelukannya di leherku. Bahkan aku masih terus tertawa ketika dia memintaku untuk ganti memelukknya. Aku terus tertawa hingga air mataku keluar, berderai-derai. “Bibi menangis?” Tangan mungilnya menyentuh pipiku yang basah. “Tidak Sayang, Bibi terlalu keras tertawa, jadi keluar air mata.” Jawabku sambil terkekeh kaku. Lalu segera memeluknya, agar mata kami tak bersitatap lagi. Aku tak ingin ia melihat kesedihan dari mataku. Kupeluk erat tubuh lemah pemilik mata indah itu, lama sekali. Menepuk-nepuk punggung atasnya, hingga irama napasnya terdengar teratur-yang artinya dia sudah terlelap, mengarungi dunia mimpinya. ** Dia, gadis kecil pemilik mata indah itu, telah bersamaku selama hampir sembilan tahun. Aku datang ke rumah orangtuanya di daerah Longtan ketika ia berumur satu tahun. Mendapatinya meringkuk lemah di kursi bayi, tak bersuara, tak bergerak, hanya bola matanya saja yang nampak hidup. “Nona, mana anak yang harus kujaga?” Read More …

CATATAN PENGANTIN ASING

 2018 Babak penyisihan 印尼文初選   📜 CATATAN PENGANTIN ASING 👤 Wahyu Saputro   Perempuan itu bertubuh kurus, sorot matanya terlihat redup dengan bingkai kelopak mata yang cekung. Ia mengikat rambut panjangnya yang bergelombang dengan model kucir kuda. Kulitnya sawo matang khas kulit perempuan Indonesia. Aku sering mendapatinya mengantarkan kotak-kotak pientang di warung Indonesia yang menjadi langgananku. Aku bertanya pada pemilik warung perihal dirinya. Pemilik warung itu hanya mengatakan bahwa ia adalah orang Indonesia yang dinikahi orang Taiwan tapi sekarang sudah menjadi janda. Tidak ada keterangan lain yang aku peroleh dari pemilik warung. Entah kenapa, ada rasa penasaran dalam hatiku untuk mengenalnya lebih jauh. Aku bekerja sebagai jurnalis pada sebuah majalah berbahasa Indonesia yang berbasis di Taiwan. Walaupun dengan sistem kontrak, tapi aku cukup senang dengan pekerjaan ini. Hobiku menulis mengantarkan aku menjadi jurnalis dan membuatku bisa berkeliling berbagai tempat sesuai dengan penugasan kantor pusat tentu saja. Sebuah kebetulan aku mempunyai relasi dengan pengusaha keturunan Taiwan, yang kemudian menawari aku untuk bekerja di redaksi majalah yang akan dia dirikan. Pekerjaanku membantu memberi pelatihan pada kontributor-kontributor yang mayoritas adalah buruh migran dan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di sana. Yup, menulis bisa menjadi pekerjaan sampingan bagi mereka. Relasi pertemanan ini juga lahir karena Read More …

Suara Hati

 2018 Babak penyisihan 印尼文初選   📜 Suara Hati 👤 Didit   Bunyi suara burung gereja bersahut-sahutan di atas pohon pinus di samping jendela besi kamarku. Suara mereka seakan-akan menegur diriku, agar segera mengerjakan sebuah kewajiban kepada Tuhan-ku. Badan yang masih bersembunyi di balik selimut tebal, seakan terasa malas untuk dibangunkan. Karena sekarang ini, kebetulan udara dingin sedang menyelimuti alam Formosa. Namun, suara kicau burung gereja itu semakin terdengar nyaring seakan mengumandangkan “Ash-sholaatu khairumminaannaaaum” sholat itu lebih baik dari pada tidur. “Dii…! Adii, chi chuang leh, ni mei you pai-pai? Suara A’an. Dia orang Taiwan yang kebetulan sekamar dan tidur di sampingku. Ia mencoba membangunkan diriku dengan sura pelan-pelan, sambil menggoyang-goyangkan tubuhku dengan tangannya. Karena tak ingin mengganggu teman yang lain, yang masih tertidur pulas, karena belum tiba waktunya untuk bangun. Suasana musim dingin yang sekarang ini sedang melanda bumi Formosa, memang membuat setiap orang ingin selalu bersembunyi di dalam selimut tebalnya. Namun diriku mencoba dengan sebuah niat yang pasti, dan kuiringi dengan sebuah bacaan basmalla, Aku pun segera bangun, dan kuiringi pula dengan sebuah hamdallah. Karena Tuhan, ternyata masih menganugrahkan kehidupan hari ini pada diriku. Memang sebuah pekerjaan apapun jenis kegiatannya. Kalau diri kita akan melakukannya diiringi dengan sebuah niat yang pasti, Read More …

MUARA HATI SANG NOVELIS, FORMOSA

 2018 Babak penyisihan 印尼文初選   📜 MUARA HATI SANG NOVELIS, FORMOSA 👤 IIN INDRIYANI   Genting malam selimuti ketegangan jiwa Sudut kamar jadi saksi lelehan airmata Berteriak dalam ketakutan yang mendera Duhai wanita Sang Pahlawan Devisa … 4 Agustus 2016, Malam menyakitkan. Malam mengerikan. Tak pernah lagi kunikmati apa itu tidur nyenyak dalam beberapa hari terakhir. Orang itu, lelaki paruh baya yang kupanggil Tuan—memaksaku untuk memijat bagian intimnya. Gila! Tak waras!. Jelas saja aku menolak. Aku berlari ke dalam kamar dan mengunci pintu rapat-rapat. Serigala berwujud manusia itu berpura-pura naik ke atas membawakan segelas air putih untuk istrinya. Padahal niat busuk menyeringai di balik wajahnya. Dia mencariku. Aku menangis di dalam kamar dengan ketakutan yang menderaku. Ketakutan seorang wanita yang berada dalam kandang singa yang teramat ganas. Iblis sudah menguasai akal sehatnya. Dia tak lagi ingat apa itu rasa hormat dan rasa malu. Yang lebih membuatku pedih, malam itu adalah malam ulang tahunku. Malam ulang tahun yang penuh derai airmata karena manusia berotak iblis seperti Tuan. Aku sangat muak dan benci kepadanya. Benci sekali. Aku sungkan menutup mata—khawatir Tuan masuk secara tiba-tiba ke dalam kamarku. Bahkan pernah suatu malam aku menyimpan pisau dapur di dalam kamar untuk berjaga-jaga. Aku takut hal Read More …